Sidak 5 Dapur MBG Pati, Temuan Jeruk Busuk hingga Lele Kecil Bikin Geger

Hot News4 Views

PATI – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati kembali menjadi perhatian setelah inspeksi mendadak atau sidak menemukan sejumlah persoalan pada lima dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Cluwak.

Pemeriksaan tersebut berlangsung pada Jumat, 25 September 2026, sejak sebelum Subuh hingga setelah waktu salat. Dalam pemeriksaan itu, petugas menemukan sejumlah bahan makanan yang dinilai tidak memenuhi standar, termasuk jeruk yang sudah menghitam dan ikan lele berukuran sangat kecil yang masih lolos proses sortir.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena kualitas bahan baku merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga keamanan dan mutu makanan yang diberikan kepada penerima manfaat MBG.

Kronologi Sidak Lima Dapur MBG di Pati

Inspeksi mendadak dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra pada Jumat dini hari. Pemeriksaan menyasar lima dapur SPPG yang berada di Kecamatan Cluwak.

Lima lokasi tersebut terdiri atas SPPG Cluwak 004, Sumur 01, Sumur 02, Ngawen, dan Ngablak.

Pemeriksaan tidak hanya berfokus pada bahan makanan. Tim juga mengecek kondisi dapur, penerapan standar operasional prosedur (SOP), fasilitas pendukung, serta proses pengolahan makanan.

Langkah tersebut penting karena kualitas makanan tidak hanya ditentukan oleh menu yang tersedia. Proses penerimaan bahan baku, penyimpanan, pemilahan, pengolahan, hingga penyajian juga berpengaruh terhadap keamanan makanan.

Radar Pati melaporkan bahwa pemeriksaan berlangsung mulai sebelum Subuh hingga setelah waktu salat. Dari proses tersebut kemudian muncul sejumlah temuan yang menjadi perhatian pemerintah daerah.

Jeruk Menghitam Ditemukan dalam Proses Pemeriksaan

Salah satu temuan yang paling mencuri perhatian berkaitan dengan buah jeruk.

Dalam pemeriksaan bahan makanan, petugas menemukan jeruk yang secara fisik sudah menunjukkan kondisi tidak layak. Kondisi tersebut terlihat dari perubahan warna hingga bagian buah yang menghitam.

Bahan seperti itu semestinya masuk dalam proses sortir sebelum digunakan untuk makanan MBG.

Temuan tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan bahan baku sejak tahap awal. Jika proses penyortiran berjalan secara ketat, bahan yang mengalami kerusakan dapat segera dipisahkan dan dikembalikan kepada pemasok.

BGN sendiri telah menegaskan pentingnya pemeriksaan bahan baku sebelum proses memasak. Dalam keterangan resminya, BGN meminta pengawas gizi, pengawas keuangan, asisten lapangan, dan tim SPPG memastikan bahan makanan berada dalam kondisi layak sebelum digunakan.

Lele Berukuran Kecil Lolos Sortir

Selain jeruk, sidak juga menemukan persoalan pada bahan lauk.

Sejumlah ikan lele berukuran sangat kecil ditemukan masih berada di area pendinginan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena ukuran ikan dinilai kurang memenuhi kualitas yang diharapkan untuk menu makanan.

Ikan dengan ukuran terlalu kecil memiliki bagian kepala dan tulang yang relatif dominan dibandingkan daging. Karena itu, proses pemilihan bahan lauk perlu memperhatikan ukuran dan kualitas agar porsi protein yang diterima penerima manfaat tetap sesuai tujuan menu.

Temuan ini kemudian mendorong permintaan agar pengelola SPPG dan mitra pemasok meningkatkan ketelitian dalam proses pemilihan bahan makanan.

Mengapa Proses Sortir Sangat Penting?

Sortir merupakan salah satu tahap awal yang menentukan kualitas bahan sebelum masuk dapur.

Pada tahap tersebut, petugas dapat memeriksa kondisi fisik bahan, ukuran, kesegaran, serta kelayakan bahan untuk diproses.

Jika bahan yang bermasalah lolos dari tahap penerimaan, petugas dapur harus melakukan pemeriksaan kembali sebelum memasak. Dengan demikian, pengawasan tidak berhenti pada satu titik.

BGN juga menegaskan bahwa bahan yang sejak awal terlihat tidak layak seharusnya dikembalikan kepada mitra pemasok. Contoh yang disebut BGN mencakup bahan seperti ayam yang tidak sehat, sayuran yang tidak segar, maupun tahu dengan kualitas buruk.

Baca Juga! Sidak Dini Hari SPPG di Cluwak Pati, Plt Bupati Temukan Persoalan IPAL dan Kualitas Menu MBG

Dampak Temuan terhadap Pelaksanaan MBG di Pati

Temuan dalam sidak lima dapur SPPG tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelola program MBG di Pati.

Dampak pertama berkaitan dengan keamanan pangan. Bahan makanan yang tidak layak harus tersaring sebelum masuk ke proses memasak.

Dampak kedua menyangkut kualitas gizi. Ukuran dan kualitas bahan protein seperti ikan ikut menentukan jumlah bagian yang dapat dikonsumsi penerima manfaat.

Dampak berikutnya berkaitan dengan kepercayaan masyarakat. Program MBG menyasar penerima manfaat dalam jumlah besar sehingga masyarakat tentu membutuhkan kepastian bahwa makanan yang diterima berasal dari bahan yang layak dan diproses melalui prosedur yang benar.

Namun, temuan dalam lima dapur tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa seluruh penyelenggaraan MBG di Kabupaten Pati memiliki persoalan yang sama. Pemeriksaan justru menjadi salah satu mekanisme untuk menemukan titik yang perlu diperbaiki.

Standar Keamanan Pangan Menjadi Sorotan

Pemerintah pusat melalui BGN terus memperkuat aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG.

BGN pada September 2026 menyatakan akan memperkuat standardisasi dapur SPPG, kapasitas petugas penjamah makanan, rantai pasok, serta pemantauan mutu dan keamanan pangan.

BGN juga menyatakan bahwa SPPG yang tidak memenuhi ketentuan dapat menerima tindakan korektif, termasuk penghentian operasional sementara atau suspend berdasarkan hasil pengawasan.

Sementara itu, pemerintah juga menempatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai bagian penting dalam pengelolaan dapur SPPG. Kementerian Kesehatan sebelumnya menerbitkan surat edaran mengenai percepatan penerbitan SLHS untuk SPPG dalam program MBG.

Pengawasan Tidak Cukup Sekali

Dari sisi analisis, temuan jeruk rusak dan lele berukuran kecil menunjukkan bahwa pengawasan bahan baku perlu berjalan secara berlapis.

Pemeriksaan idealnya dimulai ketika bahan datang dari pemasok. Selanjutnya, petugas melakukan penyortiran sebelum bahan masuk penyimpanan. Pemeriksaan kemudian dapat dilakukan kembali sebelum proses memasak.

Sistem tersebut dapat mengurangi kemungkinan bahan yang tidak memenuhi standar masuk ke dalam rantai produksi makanan.

Selain itu, komunikasi antara pengelola SPPG dan pemasok juga penting. Jika ditemukan bahan yang tidak memenuhi standar, pengelola perlu memiliki mekanisme pengembalian dan penggantian bahan secara jelas.

Evaluasi SPPG Jadi Bagian Penting Program MBG

Program Makan Bergizi Gratis memiliki tujuan menyediakan makanan yang memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat. Karena itu, perhatian terhadap kualitas bahan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan program.

Sidak lima dapur SPPG di Cluwak menjadi momentum evaluasi bagi pengelola agar proses penerimaan dan penyortiran bahan semakin teliti.

Temuan tersebut juga memperlihatkan bahwa pengawasan lapangan memiliki fungsi penting. Persoalan yang terlihat secara langsung dapat segera menjadi bahan perbaikan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Dengan pengawasan yang konsisten, kualitas bahan makanan dapat dijaga sejak pemasok hingga makanan sampai kepada penerima manfaat.

Kesimpulan

Sidak lima dapur MBG di Kecamatan Cluwak, Pati, pada 25 September 2026 menemukan sejumlah bahan yang menjadi perhatian, termasuk jeruk dalam kondisi menghitam dan ikan lele berukuran sangat kecil yang masih lolos sortir.

Pemerintah daerah kemudian meminta pengelola SPPG dan mitra pemasok meningkatkan ketelitian dalam memilih bahan makanan.

Di sisi lain, BGN memang menempatkan pemeriksaan bahan baku, standardisasi dapur, pelatihan petugas, serta pengawasan keamanan pangan sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan MBG.

Karena itu, hasil sidak tersebut dapat menjadi bahan evaluasi agar proses sortir, penyimpanan, pengolahan, dan penyajian makanan MBG di Pati berjalan semakin tertib dan sesuai standar.

Portal Harian

Portal Harian merupakan tim redaksi PortalHarian.com yang menyajikan informasi aktual, faktual, dan informatif seputar Indonesia dan dunia.

Setiap artikel disusun dengan mengutamakan ketepatan informasi, keberimbangan, serta kemudahan pembaca dalam memahami suatu peristiwa. Tim Portal Harian membahas berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, teknologi, bisnis, otomotif, olahraga, hingga informasi dan perkembangan terkini yang relevan bagi masyarakat.

Dalam menyusun pemberitaan, Portal Harian berupaya menggunakan sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan serta melakukan pengecekan terhadap informasi sebelum dipublikasikan.

PortalHarian.com — Informasi Aktual, Fakta Terpercaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment