PATI – Kekeringan mulai menjadi perhatian serius di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Musim kemarau panjang pada 2026 membuat sejumlah desa menghadapi keterbatasan sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Data yang dikutip dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati menunjukkan 19 desa mulai terdampak krisis air bersih. Kondisi tersebut mendorong DPRD Pati meminta pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan distribusi air bersih, tetapi juga menyiapkan solusi jangka panjang.
Situasi ini belum berarti seluruh wilayah Kabupaten Pati mengalami kondisi darurat air bersih. Namun, munculnya persoalan di sejumlah desa menunjukkan bahwa kekeringan mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Jaza Khoerul Sofyan atau Saprol, menilai distribusi air bersih tetap penting untuk memenuhi kebutuhan warga. Di sisi lain, wilayah yang mengalami kekeringan berulang membutuhkan pembangunan sumber air yang lebih permanen.
19 Desa Mulai Terdampak Krisis Air Bersih
Krisis air bersih menjadi salah satu dampak yang paling terasa ketika kemarau berlangsung panjang. Ketika sumber air warga mulai berkurang, kebutuhan dasar seperti memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya ikut terdampak.
Berdasarkan informasi BPBD yang dikutip media lokal, sebanyak 19 desa di Pati mulai menghadapi persoalan tersebut.
Angka itu menjadi perhatian karena kebutuhan air bersih tidak dapat ditunda. Masyarakat tetap membutuhkan pasokan air setiap hari meskipun curah hujan belum kembali normal.
Karena itu, distribusi air bersih menjadi langkah cepat yang dapat membantu masyarakat menghadapi kondisi tersebut.
Namun, DPRD Pati melihat bantuan tangki air hanya menyelesaikan persoalan dalam jangka pendek.
Distribusi Air Tetap Dibutuhkan
Saprol mengatakan distribusi atau dropping air bersih sangat membantu masyarakat di desa yang terdampak. Bantuan tersebut dapat menjadi solusi sementara ketika sumber air warga tidak lagi mencukupi.
Sejumlah kegiatan penyaluran air juga telah berlangsung di wilayah terdampak. Salah satunya terjadi di Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan.
Pada 2 September 2026, Satuan Brimob Polda Jawa Tengah menyalurkan bantuan air bersih dan air siap minum kepada masyarakat Desa Tambahmulyo. Langkah tersebut menunjukkan adanya respons langsung terhadap kebutuhan warga di lapangan.
Meski demikian, pola bantuan seperti itu membutuhkan pengulangan apabila kemarau terus berlangsung. Karena itu, pemerintah perlu menghitung kebutuhan air, titik terdampak, serta sumber air alternatif secara lebih terencana.
DPRD Dorong Pembangunan Sumur Bor
DPRD Pati kemudian mendorong pembangunan sumur bor di wilayah yang memiliki tingkat kekeringan tinggi.
Menurut Saprol, desa yang mengalami kesulitan air secara berulang perlu mendapat perhatian khusus. Pemerintah dapat mengusulkan pembangunan sumur bor sebagai salah satu alternatif penyediaan air.
Gagasan tersebut tidak hanya berhenti pada pernyataan. Pada 3 September 2026, bantuan sumur bor dari Kodim 0718/Pati diresmikan di Desa Tanjungsekar, Kecamatan Pucakwangi.
Sumur Bor Tanjungsekar Jadi Contoh Solusi
Desa Tanjungsekar termasuk wilayah yang mengalami kesulitan air ketika musim kemarau. Sumur bor tersebut memiliki kedalaman sekitar 80 meter dan menyediakan air untuk kebutuhan rumah tangga.
Air dari sumur tersebut kemudian masuk ke bak penampungan berkapasitas sekitar 5.000 liter.
Kehadiran fasilitas tersebut memberikan alternatif bagi masyarakat sehingga mereka tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan air dari luar desa.
DPRD Pati juga menyebut adanya target pengembangan bantuan sumur bor hingga sekitar 100 titik. Target tersebut menunjukkan bahwa penyediaan sumber air permanen mulai mendapat perhatian sebagai bagian dari penanganan kekeringan.
Kronologi Penanganan Krisis Air Pati
Jika melihat perkembangan dalam beberapa hari terakhir, penanganan kekeringan di Pati berjalan melalui beberapa tahap.
Pertama, BPBD mengidentifikasi desa yang mulai mengalami krisis air bersih. Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan wilayah yang membutuhkan bantuan.
Kedua, berbagai pihak mulai menyalurkan air bersih kepada masyarakat. Bantuan tersebut bertujuan menjaga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama sumber air mengalami keterbatasan.
Ketiga, DPRD mendorong pemerintah mencari solusi yang lebih permanen. Salah satu pilihan yang muncul adalah pembangunan sumur bor di desa yang memiliki riwayat kekeringan.
Keempat, pembangunan sumur bor mulai terlihat di lapangan, salah satunya melalui bantuan di Desa Tanjungsekar.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa penanganan kekeringan tidak cukup hanya dengan respons ketika krisis muncul. Pemerintah juga perlu mempersiapkan infrastruktur sebelum musim kemarau mencapai kondisi paling berat.
Baca Juga! Waduk Kedung Ombo Bakal Dibuka 15 September, Petani Pati Bersiap Hadapi Musim Tanam
Dampak Kekeringan Tidak Hanya Soal Air Minum
Keterbatasan air bersih memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar kesulitan memperoleh air untuk konsumsi.
Masyarakat harus mengatur penggunaan air secara lebih ketat. Aktivitas rumah tangga pun dapat terganggu apabila pasokan tidak mencukupi.
Selain itu, kekeringan juga dapat memberikan tekanan terhadap sektor pertanian dan peternakan, terutama di wilayah yang mengandalkan ketersediaan air untuk kegiatan produksi.
Dampak lain muncul pada aspek sosial. Ketika sumber air berada jauh dari permukiman, warga membutuhkan waktu dan tenaga tambahan untuk memperoleh air.
Karena itu, penyediaan sumber air di dekat permukiman menjadi langkah strategis untuk mengurangi beban masyarakat.
Ancaman Kekeringan Perlu Diantisipasi
Kondisi tersebut juga perlu mendapat perhatian karena kekeringan dapat berkembang apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.
Pemerintah daerah perlu memantau perkembangan sumber air secara berkala. Dengan begitu, bantuan dapat diberikan sebelum masyarakat mengalami kekurangan air yang lebih parah.
Pemetaan juga menjadi penting. Desa yang hanya mengalami kekurangan air sesekali tentu membutuhkan pendekatan berbeda dengan desa yang hampir setiap tahun menghadapi persoalan serupa.
Analisis: Droping Air dan Sumur Bor Harus Berjalan Bersamaan
Dari sisi penanganan bencana, distribusi air bersih dan pembangunan sumur bor sebenarnya memiliki fungsi berbeda.
Dropping air berfungsi sebagai respons cepat. Ketika warga membutuhkan air segera, pemerintah dan pihak terkait dapat mengirimkan pasokan tanpa menunggu pembangunan infrastruktur selesai.
Sebaliknya, sumur bor berfungsi sebagai solusi jangka menengah hingga panjang, terutama untuk wilayah yang memiliki sumber air tanah yang layak dan memungkinkan pembangunan fasilitas tersebut.
Karena itu, pemerintah tidak perlu mempertentangkan kedua pendekatan tersebut. Keduanya justru dapat berjalan bersamaan.
Pada tahap awal, bantuan air memenuhi kebutuhan mendesak. Setelah itu, pemerintah dapat membangun infrastruktur sumber air di lokasi yang memenuhi kajian teknis.
Pemetaan Harus Menjadi Dasar Kebijakan
DPRD Pati juga mendorong pemetaan wilayah terdampak. Langkah tersebut penting agar pembangunan sumur bor tidak hanya berdasarkan laporan sesaat.
Pemerintah dapat mengidentifikasi desa berdasarkan beberapa indikator, seperti frekuensi kekeringan, jumlah warga terdampak, kondisi sumber air, kedalaman air tanah, serta kebutuhan rumah tangga.
Dengan data tersebut, anggaran dapat diarahkan ke wilayah yang benar-benar membutuhkan.
Selain itu, pemerintah desa perlu dilibatkan dalam pengelolaan fasilitas setelah pembangunan selesai. Infrastruktur air membutuhkan pemeliharaan agar manfaatnya tidak berhenti setelah proyek selesai.
DPRD Minta Penanganan Tidak Berhenti Saat Musim Kemarau
Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin sebelumnya juga meminta Pemkab Pati tidak hanya mengandalkan dropping air bersih.
Menurutnya, pemerintah perlu memetakan wilayah yang setiap tahun mengalami kekeringan dan kesulitan memperoleh air. Desa yang menghadapi persoalan berulang perlu memperoleh solusi seperti sumur bor atau sumber air alternatif lainnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya dorongan agar penanganan krisis air bergerak dari pola tanggap darurat menuju pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
Dengan demikian, pemerintah tidak hanya hadir ketika warga sudah kesulitan mendapatkan air, tetapi juga melakukan pencegahan sebelum kondisi semakin buruk.
Kesimpulan
Kekeringan di Kabupaten Pati mulai memberikan dampak nyata. Data BPBD yang dikutip media lokal mencatat 19 desa mulai terdampak krisis air bersih akibat kemarau panjang 2026.
Namun, istilah “Pati darurat air bersih” perlu digunakan secara proporsional. Fakta yang tersedia menunjukkan adanya desa-desa yang mengalami krisis air, bukan berarti seluruh wilayah Kabupaten Pati berada dalam kondisi darurat.
DPRD Pati mendorong dua langkah utama. Pertama, distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga dalam jangka pendek. Kedua, pembangunan sumur bor dan infrastruktur sumber air untuk memberikan solusi jangka panjang.
Pembangunan sumur bor di Desa Tanjungsekar menjadi salah satu contoh langkah konkret. Jika rencana pengembangan hingga sekitar 100 titik berjalan berdasarkan pemetaan dan kajian teknis yang tepat, kebijakan tersebut berpotensi mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan air setiap kali musim kemarau.
Pada akhirnya, keberhasilan penanganan kekeringan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya tangki air yang dikirim, tetapi juga kemampuan pemerintah memastikan masyarakat memiliki sumber air yang aman, berkelanjutan, dan mudah dijangkau.
Portal Harian
Portal Harian merupakan tim redaksi PortalHarian.com yang menyajikan informasi aktual, faktual, dan informatif seputar Indonesia dan dunia.
Setiap artikel disusun dengan mengutamakan ketepatan informasi, keberimbangan, serta kemudahan pembaca dalam memahami suatu peristiwa. Tim Portal Harian membahas berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, teknologi, bisnis, otomotif, olahraga, hingga informasi dan perkembangan terkini yang relevan bagi masyarakat.
Dalam menyusun pemberitaan, Portal Harian berupaya menggunakan sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan serta melakukan pengecekan terhadap informasi sebelum dipublikasikan.
PortalHarian.com — Informasi Aktual, Fakta Terpercaya.







