Karhutla Jadi Sorotan, Kerugian Bencana Diperkirakan Tembus Rp123,1 Triliun

Hot News59 Views

JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali menjadi perhatian serius di Indonesia. Selain memicu kerusakan lingkungan dan ancaman kabut asap, bencana ini juga berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap perekonomian nasional.

Center for Economic and Law Studies (CELIOS) memperkirakan total kerugian ekonomi dan biaya kesehatan akibat karhutla sepanjang 2026 berada pada kisaran Rp39,29 triliun hingga Rp123,1 triliun. Estimasi tersebut menunjukkan bahwa dampak kebakaran tidak hanya berhenti pada lahan dan hutan yang terbakar, tetapi juga menjalar ke berbagai sektor ekonomi.

Direktur Ekonomi CELIOS, Nailul Huda, menyampaikan bahwa angka tertinggi dalam proyeksi tersebut setara dengan sekitar 49,1 persen dari proyeksi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Tengah pada 2026. Namun, perhitungan itu masih memiliki potensi meningkat apabila kebakaran meluas hingga penghujung tahun.

Kerugian Karhutla Tidak Hanya Berasal dari Lahan yang Terbakar

Karhutla selama ini sering dipandang sebagai persoalan lingkungan. Padahal, dampaknya memiliki rantai yang jauh lebih panjang. Ketika api meluas dan asap menyelimuti suatu wilayah, aktivitas masyarakat serta roda ekonomi dapat mengalami gangguan.

CELIOS memperkirakan kerugian ekonomi dari hilangnya aset fisik dan terganggunya aktivitas ekonomi mencapai sekitar Rp29,54 triliun, atau setara kurang lebih 0,23 persen dari Produk Domestik Bruto nasional.

Perhitungan tersebut mencakup dampak terhadap sejumlah sektor. Perdagangan dapat mengalami penurunan aktivitas, sektor pertanian menghadapi risiko terganggunya produksi, sementara usaha akomodasi serta makanan dan minuman juga dapat merasakan tekanan akibat berkurangnya mobilitas masyarakat.

Dengan demikian, nilai kerugian karhutla tidak dapat dihitung hanya berdasarkan luas hutan atau lahan yang hangus. Gangguan terhadap aktivitas ekonomi menciptakan dampak lanjutan yang dapat menyebar dari satu sektor ke sektor lainnya.

Kronologi: Kasus Karhutla Meningkat Sepanjang 2026

Perhatian terhadap karhutla semakin meningkat setelah muncul data mengenai kenaikan kejadian kebakaran pada tahun ini. Berdasarkan data yang dikutip dalam laporan terkait, jumlah kejadian karhutla sepanjang Januari hingga Juni 2026 meningkat 366 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Lonjakan tersebut memperlihatkan bahwa ancaman kebakaran masih menjadi persoalan besar yang membutuhkan langkah pencegahan lebih kuat.

Selain itu, sejumlah laporan juga mencatat bahwa dampak kebakaran pada 2026 menunjukkan pola geografis yang lebih luas. Jika sebelumnya karhutla kerap dikaitkan dengan Sumatra dan Kalimantan, kini perhatian juga mengarah ke sejumlah wilayah Indonesia Timur.

Perubahan pola tersebut menjadi sinyal penting bagi pemerintah dan masyarakat. Strategi penanganan karhutla tidak lagi cukup jika hanya berfokus pada wilayah yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan kebakaran.

Baca Juga! Viral! Bendung Karet Sungai Juana Pati Mengering, Ribuan Ikan Sapu-sapu Terdampar

Kalimantan Barat Catat Dampak Ekonomi Terbesar

Dalam estimasi yang disampaikan CELIOS, Kalimantan Barat mencatat dampak nominal terbesar, yakni sekitar Rp5,7 triliun.

Setelah itu, Papua Barat menghadapi dampak sekitar Rp4,3 triliun, sedangkan Nusa Tenggara Timur diperkirakan mengalami dampak senilai kurang lebih Rp2,8 triliun.

Data tersebut memperlihatkan perubahan penting dalam peta risiko karhutla di Indonesia. Kebakaran hutan dan lahan kini berpotensi menciptakan tekanan ekonomi di wilayah yang lebih luas.

Kondisi ini juga menuntut pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapan. Pencegahan perlu berjalan sejak awal musim rawan kebakaran, terutama melalui pengawasan titik panas, perlindungan kawasan rentan, serta koordinasi lintas lembaga.

Dampak Asap Menekan Aktivitas Masyarakat

Kabut asap menjadi salah satu dampak yang paling langsung dirasakan masyarakat. Ketika kualitas udara memburuk, aktivitas luar ruangan dapat berkurang dan kelompok rentan menghadapi risiko kesehatan lebih tinggi.

Akibatnya, biaya kesehatan dapat meningkat. Pada saat yang sama, produktivitas tenaga kerja berpotensi menurun apabila masyarakat mengalami gangguan kesehatan atau aktivitas ekonomi harus dibatasi.

Situasi tersebut menjelaskan mengapa perhitungan kerugian karhutla mencakup biaya ekonomi sekaligus biaya kesehatan.

Karhutla, dengan kata lain, menciptakan efek domino. Api merusak ekosistem, asap mengganggu kesehatan, kemudian gangguan kesehatan dan mobilitas memengaruhi produktivitas ekonomi.

Potensi Kehilangan Penerimaan Pajak Daerah

Dampak karhutla juga dapat terasa pada sektor fiskal. CELIOS memperkirakan terdapat sekitar Rp269,86 miliar potensi penerimaan pajak bersih daerah yang hilang akibat dampak kebakaran pada tahun ini.

Dalam perhitungan tersebut, Jawa Timur mencatat potensi kehilangan penerimaan pajak bersih terbesar hingga sekitar Rp93,8 miliar. Sementara itu, Kalimantan Barat diperkirakan kehilangan sekitar Rp28,9 miliar.

Angka tersebut menunjukkan bahwa dampak ekonomi tidak selalu berhenti di lokasi kebakaran.

Keterhubungan ekonomi antardaerah membuat gangguan pada satu wilayah dapat memengaruhi wilayah lain. Industri pengolahan kayu, pulp dan kertas, furnitur, perdagangan, hingga sektor distribusi memiliki hubungan rantai pasok yang luas.

Karena itu, ketika kebakaran mengganggu produksi atau distribusi, dampaknya dapat merambat ke berbagai daerah.

Analisis: Karhutla Kini Menjadi Ancaman Ekonomi Nasional

Estimasi kerugian hingga Rp123,1 triliun memperkuat pandangan bahwa karhutla harus ditempatkan sebagai persoalan strategis nasional.

Penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah membesar. Pemerintah perlu memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana dengan dampak ekonomi yang lebih luas.

Pendekatan preventif dapat mencakup pemantauan kawasan rawan, penegakan hukum terhadap pelanggaran, perlindungan ekosistem rentan, serta koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat.

Selain itu, pemulihan ekosistem juga menjadi bagian penting dari solusi jangka panjang. CELIOS mendorong penguatan mitigasi dan langkah pemulihan yang terintegrasi untuk mengurangi risiko kerugian yang lebih besar pada masa mendatang.

Pencegahan Lebih Murah daripada Menanggung Kerugian

Besarnya estimasi kerugian memberikan pelajaran penting tentang nilai investasi dalam pencegahan.

Biaya untuk memperkuat sistem peringatan dini, patroli kawasan rawan, kesiapsiagaan pemadaman, dan perlindungan ekosistem berpotensi jauh lebih kecil dibandingkan kerugian ekonomi yang muncul setelah kebakaran meluas.

Oleh sebab itu, mitigasi karhutla tidak hanya berkaitan dengan pelestarian lingkungan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi, kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan aktivitas usaha.

Kesimpulan

Karhutla pada 2026 kembali menunjukkan besarnya ancaman kebakaran hutan dan lahan bagi Indonesia. Estimasi kerugian ekonomi dan biaya kesehatan yang dapat mencapai Rp123,1 triliun menjadi peringatan bahwa dampak bencana ini sangat luas.

Kenaikan kejadian karhutla, meluasnya dampak ke berbagai wilayah, tekanan terhadap sektor ekonomi, serta potensi hilangnya penerimaan daerah menunjukkan perlunya strategi yang lebih kuat.

Ke depan, keberhasilan Indonesia menghadapi karhutla akan sangat bergantung pada kemampuan melakukan pencegahan sejak dini. Sebab, ketika api sudah meluas, dampaknya bukan hanya menghanguskan hutan dan lahan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat serta menggerus perekonomian nasional.

Portal Harian

Portal Harian merupakan tim redaksi PortalHarian.com yang menyajikan informasi aktual, faktual, dan informatif seputar Indonesia dan dunia.

Setiap artikel disusun dengan mengutamakan ketepatan informasi, keberimbangan, serta kemudahan pembaca dalam memahami suatu peristiwa. Tim Portal Harian membahas berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, teknologi, bisnis, otomotif, olahraga, hingga informasi dan perkembangan terkini yang relevan bagi masyarakat.

Dalam menyusun pemberitaan, Portal Harian berupaya menggunakan sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan serta melakukan pengecekan terhadap informasi sebelum dipublikasikan.

PortalHarian.com — Informasi Aktual, Fakta Terpercaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *