BBM Bali Masih Jadi Perhatian, Pertamina Kerahkan 108 Mobil Tangki untuk Percepat Distribusi

Hot News2 Views

BALI – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali masih menjadi perhatian setelah antrean kendaraan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). PT Pertamina Patra Niaga mengerahkan 108 mobil tangki untuk mempercepat penyaluran BBM sekaligus membantu memulihkan pelayanan kepada masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan melalui penambahan armada, penguatan personel, serta pengoperasian terminal BBM dan sejumlah SPBU selama 24 jam. Pertamina juga mengoptimalkan kedatangan kapal pengangkut BBM untuk memperkuat pasokan di Pulau Dewata.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa perusahaan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk memperlancar distribusi. Menurutnya, kondisi pelayanan di sejumlah wilayah mulai berangsur kondusif, meskipun upaya pemulihan masih berlanjut.

Advertisement

Informasi tersebut disampaikan Pertamina pada Kamis (15/10/2026), ketika antrean BBM masih menjadi perhatian warga dan pelaku usaha di sejumlah wilayah Bali.

Pertamina Kerahkan 108 Mobil Tangki

Pertamina Patra Niaga menyiagakan 108 mobil tangki untuk mempercepat pengiriman BBM dari terminal menuju SPBU. Armada tersebut terdiri atas 99 mobil tangki siaga dan sembilan unit mobil tangki sewa khusus atau spot charter.

Perusahaan juga menyiapkan dukungan 465 awak mobil tangki (AMT). Personel tersebut mencakup 365 petugas siaga dan 100 personel bantuan lintas daerah.

Penambahan armada dan personel diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penyaluran BBM. Dengan dukungan tersebut, Pertamina dapat mengoptimalkan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan pasokan tambahan.

Selain itu, perusahaan memperkuat koordinasi operasional agar penyaluran berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Langkah ini penting untuk mengurangi hambatan distribusi dan mempercepat pemulihan pelayanan.

Namun, pengerahan armada dalam jumlah besar tidak serta-merta membuat seluruh antrean langsung hilang. Kelancaran layanan tetap bergantung pada kedatangan pasokan, proses bongkar muat, kapasitas distribusi, serta tingginya permintaan BBM di masing-masing wilayah.

Pasokan BBM Bali Ditambah 57,9 Juta Liter

Selain menambah armada, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026.

Perusahaan merencanakan tambahan pasokan sekitar 57,9 juta liter BBM untuk memperkuat ketersediaan energi di Bali. Jumlah tersebut terdiri atas 44,9 juta liter Pertalite dan 13 juta liter Pertamax.

Hingga laporan Pertamina pada 15 Oktober 2026, sekitar 19 juta liter dari tambahan pasokan tersebut telah tiba di Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis. Sisa pasokan dijadwalkan datang secara bertahap dalam beberapa hari berikutnya.

Kedatangan pasokan tambahan diharapkan membantu memperlancar penyaluran BBM ke SPBU. Meski demikian, jumlah yang telah tiba perlu dibedakan dari keseluruhan pasokan yang direncanakan karena pengiriman masih berlangsung secara bertahap.

Dua fasilitas utama yang mendukung distribusi tersebut adalah Fuel Terminal Sanggaran di Denpasar dan Integrated Terminal Manggis di Kabupaten Karangasem. Keduanya menjadi bagian penting dalam penerimaan dan penyaluran BBM ke berbagai wilayah Bali.

Terminal BBM dan 66 SPBU Beroperasi 24 Jam

Untuk mempercepat distribusi, Pertamina Patra Niaga mengoperasikan Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis selama 24 jam.

Pengoperasian tanpa jeda ini bertujuan mengoptimalkan penerimaan pasokan dan mempercepat pengiriman BBM ke SPBU. Dengan demikian, proses distribusi dapat terus berlangsung tanpa harus menunggu jam operasional reguler.

Pertamina juga mengoperasikan 66 SPBU di wilayah Denpasar dan Badung selama 24 jam. Kebijakan ini memberikan lebih banyak pilihan waktu bagi masyarakat untuk mengisi BBM sekaligus membantu mengurai kepadatan pada jam-jam tertentu.

Meski begitu, masyarakat tetap perlu memeriksa informasi terbaru sebelum berangkat menuju SPBU. Ketersediaan jenis BBM dan kondisi antrean dapat berbeda antara satu lokasi dan lokasi lainnya.

Pertamina menyampaikan bahwa kondisi pelayanan di sejumlah wilayah mulai menunjukkan perbaikan. Namun, perusahaan masih melanjutkan upaya pemulihan untuk memastikan penyaluran BBM semakin lancar.

Mengapa Antrean BBM Terjadi di Bali?

Antrean BBM di Bali dipengaruhi sejumlah kendala distribusi, bukan semata-mata karena persediaan di terminal penyimpanan tidak mencukupi.

Laporan Associated Press pada 14 Oktober 2026 menyebut gangguan teknis pada kapal pengangkut BBM dan cuaca buruk memperlambat pengiriman ke terminal di Bali. Pada saat bersamaan, peningkatan permintaan Pertalite dan pembelian karena kekhawatiran terhadap ketersediaan BBM turut menambah tekanan pada pelayanan SPBU.

Keterlambatan pengiriman dapat mengganggu ritme pasokan dari terminal menuju SPBU. Ketika permintaan meningkat sementara pengisian kembali stok terlambat, beberapa SPBU dapat mengalami keterbatasan pasokan untuk sementara waktu.

Situasi tersebut juga berpotensi memicu pembelian berlebihan. Masyarakat yang khawatir kehabisan BBM bisa mengisi lebih banyak dari kebutuhan normal, sehingga antrean semakin panjang dan stok di SPBU lebih cepat berkurang.

Karena itu, pemulihan membutuhkan penanganan dari sisi pasokan dan distribusi sekaligus. Kedatangan kapal saja belum cukup apabila proses bongkar muat dan pengiriman ke SPBU masih menghadapi hambatan.

Pertamina Utamakan Keselamatan Awak Mobil Tangki

Di tengah percepatan distribusi, Pertamina Patra Niaga tetap menekankan pentingnya keselamatan kerja. Awak mobil tangki harus menjalani pemeriksaan kesiapan kerja atau fit to work sebelum bertugas.

Perusahaan juga menerapkan pengaturan rotasi kerja untuk menjaga kondisi fisik pengemudi dan mencegah kelelahan. Langkah ini menjadi penting karena pengiriman BBM yang berlangsung lebih intensif membutuhkan kesiapan personel dalam setiap tahapan operasional.

Distribusi BBM tidak hanya menuntut kecepatan, tetapi juga kepatuhan terhadap prosedur keselamatan. Pengiriman yang terburu-buru tanpa pengaturan jam kerja dan pemeriksaan kendaraan dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Oleh sebab itu, penambahan armada perlu berjalan bersama pengelolaan personel yang baik. Dengan begitu, percepatan penyaluran dapat berlangsung tanpa mengabaikan keselamatan pengemudi, petugas terminal, maupun masyarakat di sekitar jalur distribusi.

Baca Juga! Antrean BBM di Bali Mengular, Pertamina Tambah Pasokan 57,9 Juta Liter

Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Menimbun BBM

Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Masyarakat juga diminta tidak melakukan penimbunan maupun membeli BBM bersubsidi untuk dijual kembali secara ilegal.

Pembelian berlebihan dapat memperburuk ketimpangan distribusi, terutama ketika sejumlah SPBU masih berupaya memulihkan ketersediaan stok. Sementara itu, penjualan kembali BBM bersubsidi secara ilegal dapat mengganggu penyaluran kepada konsumen yang berhak.

Masyarakat juga dapat memantau informasi layanan SPBU melalui kanal resmi Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, termasuk akun Instagram @pertaminabali.

Sebelum mengisi BBM, pengendara sebaiknya memeriksa informasi yang tersedia dan mempertimbangkan SPBU alternatif apabila lokasi tujuan mengalami antrean panjang. Langkah tersebut dapat membantu mengurangi kepadatan pada satu titik pelayanan.

Bagaimana Prospek Distribusi BBM Bali Selanjutnya?

Pengerahan 108 mobil tangki, penambahan pasokan hingga 57,9 juta liter, serta pengoperasian terminal dan 66 SPBU selama 24 jam menjadi bagian dari upaya pemulihan distribusi BBM di Bali.

Jika kedatangan kapal berjalan sesuai jadwal dan armada mampu menyalurkan pasokan secara efektif, tekanan terhadap pelayanan SPBU berpeluang berkurang. Namun, kondisi tersebut tetap bergantung pada perkembangan permintaan dan kelancaran distribusi di lapangan.

Masyarakat perlu memahami bahwa tambahan pasokan yang direncanakan tidak berarti seluruh BBM langsung tersedia secara merata di setiap SPBU. Distribusi berlangsung melalui beberapa tahapan, mulai dari kedatangan kapal, penerimaan di terminal, hingga pengiriman menggunakan mobil tangki.

Karena itu, pemulihan perlu dinilai dari perkembangan nyata di lapangan, termasuk berkurangnya antrean, tersedianya BBM sesuai kebutuhan, dan membaiknya pelayanan di berbagai wilayah.

Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus mengoptimalkan pasokan dan distribusi hingga pelayanan kembali normal. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan transportasi masyarakat, kegiatan usaha, serta aktivitas pariwisata Bali yang bergantung pada kelancaran mobilitas.

Bagi masyarakat, langkah paling penting saat ini adalah mengikuti informasi resmi, membeli BBM secara wajar, dan tidak menyebarkan kabar mengenai kelangkaan tanpa verifikasi. Dengan distribusi yang semakin lancar dan kerja sama seluruh pihak, pelayanan BBM di Bali diharapkan berangsur pulih.

Portal Harian

Portal Harian merupakan tim redaksi PortalHarian.com yang menyajikan informasi aktual, faktual, dan informatif seputar Indonesia dan dunia.

Setiap artikel disusun dengan mengutamakan ketepatan informasi, keberimbangan, serta kemudahan pembaca dalam memahami suatu peristiwa. Tim Portal Harian membahas berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, teknologi, bisnis, otomotif, olahraga, hingga informasi dan perkembangan terkini yang relevan bagi masyarakat.

Dalam menyusun pemberitaan, Portal Harian berupaya menggunakan sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan serta melakukan pengecekan terhadap informasi sebelum dipublikasikan.

PortalHarian.com — Informasi Aktual, Fakta Terpercaya.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *