Kapal Sipil Iran Dilaporkan Diserang Pasukan AS, 5 Pelaut Hilang dan 10 Terluka

Portalharian.com - Situasi keamanan di jalur perairan strategis Timur Tengah kembali memanas. Sebuah kapal kargo sipil milik warga distrik Minab, Iran, dilaporkan menjadi sasaran serangan pasukan Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz dan Teluk Oman pada Kamis malam (7/5).

Kapal Sipil Iran Dilaporkan Diserang Pasukan AS, Lima Pelaut Hilang dan 10 Terluka

Berdasarkan pernyataan resmi dari Mohammad Radmehr, Gubernur Distrik Minab di Iran Selatan, insiden tersebut mengakibatkan lima pelaut dinyatakan hilang dan sepuluh orang lainnya mengalami luka-luka.

kapal-sipil-iran-diserang-as-selat-hormuz


Menurut laporan yang dihimpun dari kantor berita Mehr, kapal tersebut sedang melintas di perairan lepas pantai distrik Minab ketika serangan terjadi. Akibat hantaman tersebut, kapal dilaporkan sempat terbakar hebat.

Data teknis terkait insiden ini meliputi total awak kapal 15 orang pelaut, korban Luka: 10 orang (telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat, korban hilang 5 orang (masih dalam proses pencarian oleh tim penyelamat lokal).

Mohammad Radmehr mengecam keras tindakan tersebut. Ia menegaskan bahwa kapal yang menjadi sasaran merupakan kapal komersial murni milik warga sipil dari distrik Kolahi. Ia menyebut serangan terhadap aset sipil sebagai bentuk "keputusasaan" dari pihak lawan dalam menghadapi situasi di wilayah tersebut.

Baca Juga! Konflik AS-Iran Memanas | Trump Balas Serangan di Selat Hormuz

"Para pelaut yang terluka telah mendapatkan perawatan medis, sementara tim penyelamat gabungan terus bekerja maksimal di lokasi kejadian untuk mencari lima awak kapal yang hingga kini nasibnya belum diketahui," ujar Radmehr.

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah adanya perbedaan klaim antara pihak Washington dan Teheran mengenai aktivitas di Selat Hormuz. Sebelumnya, militer Amerika Serikat menyatakan telah menargetkan kapal rudal milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Namun, pihak media Iran membantah klaim tersebut dengan menegaskan bahwa armada yang berada di lokasi merupakan kapal penangkap ikan dan kapal kargo sipil, bukan kapal militer.

Hingga saat ini, komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi distribusi energi global, guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Sumber Berita : AntaraJatim

Abdul Latif

Menemukan inspirasi dari berbagai hal dan mengubahnya menjadi informasi yang bernilai. Berkomitmen untuk terus belajar, menulis, dan membagikan hal-hal positif setiap harinya.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال