Bos Judi Online She Zhijiang Akan di Ekstradisi ke Tiongkok

 Bos Judi Online She Zhijiang Akan di Ekstradisi ke Tiongkok



Bos Judi Online She Zhijiang Akan di Ekstradisi ke Tiongkok

Latar Belakang Kasus She Zhijiang

She Zhijiang adalah seorang pengusaha bermasalah yang telah lama menjadi sorotan internasional. Ia adalah warga negara Tiongkok yang juga memiliki kewarganegaraan Kamboja. Di balik sosoknya yang “bos besar”, She dituduh menjadi otak di balik jaringan perjudian online ilegal yang sangat besar.

Pada Agustus 2022, polisi Thailand menangkap She di Bangkok berdasarkan surat perintah internasional dan red notice Interpol, atas permintaan otoritas Tiongkok.Tuduhan terhadapnya mencakup pendirian dan pengelolaan ratusan situs judi online ilegal serta operasi kasino di kawasan perbatasan Myanmar.

Proses Hukum dan Ekstradisi

Putusan Pengadilan di Thailand

Setelah penangkapannya, She menjalani proses hukum di Thailand. Pada Mei 2024, pengadilan kriminal Thailand memutuskan untuk mengekstradisi She ke Tiongkok.Namun, tim pengacaranya mengajukan banding dengan argumen bahwa ekstradisi tersebut melanggar hukum Thailand.

Dan akhirnya, pada November 2025, Mahkamah Banding (Appeals Court) Thailand menguatkan keputusan ekstradisi tersebut.Mahkamah konstitusi Thailand sebelumnya menolak gugatan She yang menyoroti konstitusionalitas bagian tertentu dari Undang-Undang Ekstradisi Thailand.

Kerjasama Internasional

Kasus ekstradisi She menjadi cerminan kerjasama yang erat antara otoritas Thailand dan Tiongkok dalam memberantas kejahatan lintas negara, terutama yang terkait perjudian daring dan kejahatan terorganisir.Thailand menyebut proses ekstradisi berjalan di bawah perjanjian ekstradisi antara kedua negara dari tahun 1993.

Setelah putusan final, otoritas Thailand memberikan tenggat waktu sekitar 90 hari untuk menyiapkan ekstradisi She kembali ke Tiongkok.

Tuduhan Terhadap She Zhijiang

Jaringan Judi Online Ilegal

She dituduh mendirikan dan mengelola 239 situs judi online ilegal dengan perputaran modal yang sangat besar.Angka yang disebut dalam laporan menunjukkan nilai uang yang terlibat sangat besar, menandakan skala operasinya yang masif.

Kasino di Shwe Kokko

Salah satu bagian paling kontroversial dari kerajaan bisnisnya adalah pengembangan Asia Pacific New City di Shwe Kokko, zona ekonomi khusus di perbatasan Myanmar-Thailand.Di sana, She diduga membangun dua kasino fisik yang ditargetkan untuk menarik warga Tiongkok dan memperluas aktivitas judi daringnya.

Kasino dan proyek di Shwe Kokko ini juga dikaitkan dengan aktivitas kriminal lain seperti penipuan online dan perdagangan manusia, menurut laporan sejumlah pihak.

Pencucian Uang & Kejahatan Terorganisir

Selain judi online, She juga dituduh menggunakan operasinya sebagai sarana pencucian uang lintas negara.Transaksi keuangan yang sangat besar diduga mengalir melalui situs-situs judi tersebut, menjadi “jalur uang kotor” dari aktivitas kriminal lain.

Kontroversi dan Klaim Pembelaan

Klaim Motivasi Politik

Tim pengacara She Zhijiang menyatakan bahwa tuduhan terhadap klien mereka bersifat politis dan bermotif rekayasa.She sendiri menyebut bahwa introversi dan penuntutan yang dijalankan oleh otoritas Tiongkok adalah “motivasi politik” dan bahwa ia diperlakukan tidak adil.

Isu Hak Asasi Manusia

Dalam proses ekstradisi, pengacara She sempat menyatakan kekhawatiran bahwa She bisa menghadapi hukuman berat di Tiongkok, bahkan potensi pelanggaran HAM jika dikembalikan. (Reuters) Selain itu, ada laporan bahwa selama masa penahanannya di Thailand, She mengalami perlakuan keras — seperti isolasi, pembatasan kunjungan, dan klaim disiksa secara fisik.

Argumen Penting dari Ekstradisi Ini

Penegakan Hukum Terhadap Kejahatan Dunia Maya

Kasus She Zhijiang menjadi contoh penting bagaimana kejahatan lintas negara — khususnya perjudian daring dan kejahatan maya lainnya — dapat ditangani melalui kolaborasi internasional. Ekstradisi ini menunjukkan komitmen Thailand dan Tiongkok untuk menindak aktor kriminal yang beroperasi secara transnasional.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Operasi judi online ilegal seperti yang dipimpin oleh She tidak hanya merugikan individu, tetapi juga menjadi masalah sosial dan ekonomi yang lebih luas. Besarnya perputaran dana (triliunan baht dalam beberapa laporan) menunjukkan bahwa operasi semacam ini bisa berdampak besar terhadap stabilitas keuangan dan keamanan masyarakat.

Pesan untuk Pelaku Kriminal Internasional

Keberhasilan ekstradisi She juga menjadi sinyal kuat bahwa tidak ada tempat “aman” lagi bagi pelaku kejahatan lintas negara. Negara-negara kini semakin siap bekerja sama dalam menegakkan hukum melintasi batas wilayah.

Tantangan dan Potensi Risiko

Hak Asasi dan Kehati-hatian Hukum

Meskipun ekstradisi telah disetujui, tetap ada risiko bahwa hak asasi She bisa dilanggar selama proses peradilan di Tiongkok. Kritik dari pihak pembela menyebut bahwa proses ekstradisi itu “tidak biasa” dan bisa membawa potensi perlakuan yang tidak adil.

Efektivitas Penegakan di Masa Depan

Kasus She bisa menjadi preseden. Namun, efektivitas jangka panjang dari kerjasama semacam ini akan diuji jika tidak diikuti dengan reformasi struktural di negara-negara yang menjadi basis operasi perjudian ilegal, serta mekanisme pemulihan kerugian korban judi.

Pengaruh Politik Internasional

Karena She mengklaim bahwa tuduhan itu bermotif politik, aspek diplomatik dan geopolitik sangat relevan. Proses ekstradisi semacam ini bisa menjadi bagian dari dinamika hubungan bilateral antara negara, terutama dalam isu kejahatan terorganisir.

Kesimpulan

  • She Zhijiang, bos jaringan judi online besar, kini berada di titik balik setelah pengadilan Thailand menyetujui ekstradisinya ke Tiongkok.

  • Tuduhan terhadapnya sangat serius — mulai dari pengelolaan ratusan situs judi ilegal hingga pembangunan kasino di zona perbatasan Myanmar yang terkait dengan penipuan dan perdagangan manusia.

  • Kasus ini menunjukkan betapa krusialnya kerjasama internasional dalam memberantas kejahatan siber dan perjudian lintas negara.

  • Namun, ada tantangan besar: perlindungan hak asasi She, transparansi proses peradilan di Tiongkok, dan bagaimana negara-negara menjaga komitmen jangka panjang untuk menindak kejahatan serupa di masa depan.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال