Sheikh Saleh Al Fawzan Ditunjuk Raja Salman Sebagai Mufti Agung Baru Arab Saudi

 Sheikh Saleh Al Fawzan Ditunjuk Raja Salman Sebagai Mufti Agung Baru Arab Saudi



Sheikh Saleh Al Fawzan Ditunjuk Raja Salman Sebagai Mufti Agung Baru Arab Saudi

Arab Saudi kembali menjadi sorotan dunia Islam setelah Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud secara resmi menunjuk Sheikh Saleh Al Fawzan sebagai Mufti Agung baru Arab Saudi. Keputusan penting ini menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang oleh mendiang Sheikh Abdulaziz Al Sheikh, yang selama bertahun-tahun menjadi otoritas tertinggi dalam urusan fatwa dan hukum Islam di Kerajaan.

Penunjukan ini menandai babak baru dalam arah keagamaan dan sosial Arab Saudi di bawah kepemimpinan Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Dengan reputasi keilmuannya yang mendalam, Sheikh Saleh Al Fawzan diharapkan dapat menjaga stabilitas dan otentisitas ajaran Islam di tengah perubahan sosial yang cepat di negara tersebut.


Profil Singkat Sheikh Saleh Al Fawzan

Sheikh Saleh bin Fawzan Al Fawzan adalah salah satu ulama paling berpengaruh di Arab Saudi dan dunia Islam. Ia dikenal sebagai anggota senior Hai’ah Kibar al-Ulama (Dewan Ulama Senior) serta pengajar tetap di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh.

Lahir di wilayah Al-Qassim pada tahun 1933, Sheikh Al Fawzan menempuh pendidikan agama sejak usia muda dan dikenal karena penguasaan mendalamnya terhadap fiqih, aqidah, dan hadits. Ia juga aktif menulis puluhan karya ilmiah dan kitab yang menjadi rujukan di banyak lembaga pendidikan Islam, termasuk karya terkenal seperti Al-Tauhid, Al-Fiqh al-Muyassar, dan Syarh Kitab al-Tauhid.

Sebagai ulama senior, pandangan Sheikh Saleh Al Fawzan kerap dijadikan acuan dalam kebijakan keagamaan, baik di bidang pendidikan, hukum syariah, maupun sosial keagamaan. Keilmuannya yang luas dan ketegasannya dalam menjaga prinsip aqidah salaf menjadikannya tokoh yang sangat dihormati oleh umat Islam di seluruh dunia.


Penunjukan oleh Raja Salman: Langkah Strategis Kerajaan

Keputusan Penting dalam Transisi Keagamaan

Keputusan Raja Salman menunjuk Sheikh Saleh Al Fawzan sebagai Mufti Agung baru bukan hanya sekadar pengangkatan administratif, melainkan langkah strategis dalam menjaga kesinambungan otoritas keagamaan di Arab Saudi.

Sebagai negara penjaga dua tanah suci (Makkah dan Madinah), posisi Mufti Agung memiliki peran vital dalam menentukan arah fatwa, kebijakan syariah, dan pendidikan Islam di kerajaan. Dengan pengalaman dan reputasi ilmiahnya, Sheikh Al Fawzan dinilai mampu membawa stabilitas dan kredibilitas dalam menghadapi isu-isu keagamaan kontemporer.

Mendukung Visi 2030 Tanpa Menyimpang dari Prinsip Islam

Di bawah visi modernisasi “Saudi Vision 2030” yang digagas Putra Mahkota Mohammed bin Salman, kerajaan berupaya menyeimbangkan kemajuan ekonomi dan sosial dengan nilai-nilai Islam.

Penunjukan Sheikh Saleh Al Fawzan sebagai Mufti Agung diharapkan menjadi jembatan antara reformasi sosial dan konsistensi terhadap syariat. Kehadirannya akan memastikan bahwa perubahan yang terjadi tetap berada dalam koridor Islam yang benar dan moderat sesuai dengan manhaj salafus shalih.


Peran dan Tanggung Jawab Mufti Agung Arab Saudi

Sebagai Mufti Agung, Sheikh Saleh Al Fawzan akan memimpin Lajnah Daimah lil Ifta’ (Komite Tetap Fatwa) dan Dewan Ulama Senior. Tanggung jawab utamanya meliputi:

  • Mengeluarkan fatwa resmi kerajaan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.

  • Membimbing lembaga pendidikan Islam dan pengadilan syariah.

  • Menjadi rujukan bagi masalah hukum, sosial, dan etika Islam di tingkat nasional maupun internasional.

  • Menyampaikan nasihat keagamaan kepada Raja dan pemerintah, terutama dalam kebijakan publik yang berkaitan dengan syariah.

Dalam posisi ini, Sheikh Al Fawzan juga diharapkan dapat memperkuat dakwah Islam yang berlandaskan tauhid dan sunnah, sekaligus menangkal paham ekstremisme dan penyimpangan yang dapat mengancam stabilitas negara.


Reaksi Dunia Islam atas Penunjukan Ini

Penunjukan Sheikh Saleh Al Fawzan sebagai Mufti Agung baru Arab Saudi mendapat sambutan luas dari berbagai negara Muslim. Banyak lembaga dan ulama dunia menyampaikan ucapan selamat serta harapan agar beliau dapat membawa maslahat bagi umat Islam global.

Di media sosial, para akademisi dan pengamat Timur Tengah menilai keputusan Raja Salman sebagai langkah tepat. Sheikh Al Fawzan dikenal konsisten dalam mempertahankan prinsip aqidah, namun tetap bijaksana dalam menyikapi perubahan zaman.

Banyak pula yang berharap agar di bawah kepemimpinannya, lembaga fatwa Arab Saudi akan semakin terbuka terhadap dialog ilmiah lintas mazhab, tanpa meninggalkan identitas salafinya yang kuat.


Dampak Penunjukan Sheikh Al Fawzan bagi Arah Keagamaan Arab Saudi

Penunjukan ini diyakini akan memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pusat otoritas Islam global. Dengan pengalaman panjang dan integritas tinggi, Sheikh Saleh Al Fawzan dapat memberikan keseimbangan antara pembaruan sosial dan peneguhan nilai-nilai Islam murni.

Selain itu, perannya diharapkan mampu mendukung upaya moderasi beragama yang selama ini digencarkan oleh pemerintah, tanpa mengorbankan prinsip-prinsip tauhid dan sunnah.

Dengan demikian, Raja Salman menunjukkan bahwa transformasi sosial Arab Saudi tetap berpijak pada pondasi agama yang kokoh, di bawah bimbingan ulama yang berkompeten dan berwibawa.


Kesimpulan

Penunjukan Sheikh Saleh Al Fawzan sebagai Mufti Agung baru Arab Saudi oleh Raja Salman merupakan momen penting dalam sejarah keagamaan Kerajaan. Keputusan ini bukan hanya simbol suksesi kepemimpinan ulama, tetapi juga pernyataan tegas bahwa Arab Saudi tetap berkomitmen menjaga kemurnian ajaran Islam di tengah arus globalisasi.

Dengan kapasitas keilmuannya yang luar biasa, keteguhan prinsip, dan pengalaman panjang dalam dunia fatwa, Sheikh Saleh Al Fawzan diprediksi akan menjadi sosok yang memandu arah keagamaan Arab Saudi menuju keseimbangan antara kemajuan dan ketakwaan.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال