<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Silugonggo Arsip - Portalharian.com</title>
	<atom:link href="https://www.portalharian.com/tag/silugonggo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.portalharian.com/tag/silugonggo/</link>
	<description>Portal Berita Terbaru Indonesia &#38; Dunia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Sep 2026 01:11:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://www.portalharian.com/wp-content/uploads/2026/07/portalharian-favicon-1-90x90.png</url>
	<title>Silugonggo Arsip - Portalharian.com</title>
	<link>https://www.portalharian.com/tag/silugonggo/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Air Waduk Kedung Ombo Mulai Masuk Pati, Petani Bersihkan Sungai Juwana Sambut Kabar Baik</title>
		<link>https://www.portalharian.com/air-waduk-kedung-ombo-mulai-masuk-pati-petani-bersihkan-sungai-juwana-sambut-kabar-baik/</link>
					<comments>https://www.portalharian.com/air-waduk-kedung-ombo-mulai-masuk-pati-petani-bersihkan-sungai-juwana-sambut-kabar-baik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Ribowo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2026 01:11:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot News]]></category>
		<category><![CDATA[Air Kedung Ombo]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Pati]]></category>
		<category><![CDATA[kekeringan Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Pati]]></category>
		<category><![CDATA[petani Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Silugonggo]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Juwana]]></category>
		<category><![CDATA[Waduk Kedung Ombo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.portalharian.com/?p=4458</guid>

					<description><![CDATA[<p>PATI – Kabar baik datang bagi petani di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, <a class="read-more" href="https://www.portalharian.com/air-waduk-kedung-ombo-mulai-masuk-pati-petani-bersihkan-sungai-juwana-sambut-kabar-baik/" title="Air Waduk Kedung Ombo Mulai Masuk Pati, Petani Bersihkan Sungai Juwana Sambut Kabar Baik" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.portalharian.com/air-waduk-kedung-ombo-mulai-masuk-pati-petani-bersihkan-sungai-juwana-sambut-kabar-baik/">Air Waduk Kedung Ombo Mulai Masuk Pati, Petani Bersihkan Sungai Juwana Sambut Kabar Baik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.portalharian.com">Portalharian.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PATI</strong> – Kabar baik datang bagi petani di <a href="https://patikab.go.id/"><strong>Kabupaten Pati</strong></a>, Jawa Tengah, setelah aliran air dari <a href="https://bob.kemenpar.go.id/369898-waduk-kedung-ombo/"><strong>Waduk Kedung Ombo</strong></a> mulai memasuki wilayah Pati. Kondisi tersebut mendorong sejumlah petani bergotong royong membersihkan aliran Sungai Juwana atau Silugonggo agar air dapat bergerak lebih lancar menuju kawasan pertanian.</p>
<p>Petani melakukan pembersihan pada Selasa, 22 September 2026. Mereka mengangkat eceng gondok, material tanah, serta membuka bagian sungai yang mengalami pendangkalan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat menyambut masuknya pasokan air setelah kekeringan melanda sejumlah lahan pertanian Pati.</p>
<p>Sebelumnya, pemerintah bersama pihak terkait membuka aliran dari Waduk Kedung Ombo pada 15 September 2026. Air tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan irigasi, terutama di wilayah Pati bagian hilir yang mengalami kekurangan pasokan air.</p>
<p><img decoding="async" src="https://images.openai.com/static-rsc-4/0T-ifHto5Yz3fzyvbO0e82sNy3LAX1zyi-BEDM18IAKdCCOKEUT0hNWyIUSdsyrmwqPfamUzo2fo4nsDeo8ctkngRB25ctT8qs9BUZGl3-jbHqTBzwTx4rwkglNJJwGJ_3dAkNxe9eOCAs4s4yTPYEA6sNBITsQeOxsj7AYmnjTeOZFpPyQ3hoiPf7z7Wi3D?purpose=fullsize" alt="Image" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img decoding="async" src="https://images.openai.com/static-rsc-4/P6qntN-sYdIblfsAm28BQBWBgEqA6EGbGQwabFBEabOt054Rdf4PGAP5IlbKmqykDnZrUHT-VCOVMEKy1W9ZnII087ZiFi5IwE4orFrsqMiyB8XE3HcJZxC7jyLi-pQi2bz8A5QgSOZjc8hEw4Ov3tjScS0MPmQri_v42SMyWhT1COaQYaXLNdGyo-oFISlj?purpose=fullsize" alt="Image" /></p>
<p><img decoding="async" src="https://images.openai.com/static-rsc-4/O7XDfWPfBBzwU_mJ4pmwYAW_HuL7UraTqWT60Q7HRwUqeXgFXkfnWJiVlssuDl8MJgbipvtglhVkbnjK-u1v2PaKgM0X8VcBuyGO37CdscrYi49OguqIJW8KgdxHB1_thZ94hKeeUA9G_7ODPRVYTWB_q7u5VVZ0asJTzjOGm4EBfXFUoXW1jV6Zyu8IPU4T?purpose=fullsize" alt="Image" /></p>
<h2>Air Kedung Ombo Mulai Mengalir ke Pati</h2>
<p>Masuknya air dari Waduk Kedung Ombo menjadi perhatian petani karena Sungai Juwana memiliki peran penting dalam sistem pengairan lahan pertanian di wilayah Pati.</p>
<p>Berdasarkan laporan Murianews, petani mulai melihat air dari Waduk Kedung Ombo memasuki aliran sungai di wilayah Pati. Namun, petani belum langsung menggunakan air tersebut untuk mengairi sawah.</p>
<p>Mereka justru terlebih dahulu membersihkan jalur sungai. Langkah ini penting karena kondisi sungai selama periode kekeringan membuat sejumlah bagian aliran tertutup tumbuhan air dan material sedimen.</p>
<p>Petani asal Desa Karangrowo, Sugiyono, menyebut pembersihan berlangsung di sejumlah titik. Area tersebut mencakup Dukuh Dondong, Desa Kedungmulyo, Ngadingrejo, Ngastorejo, hingga Karangrowo.</p>
<h3>Petani Angkat Eceng Gondok</h3>
<p>Salah satu persoalan yang mereka temukan yaitu tumpukan eceng gondok. Tumbuhan tersebut dapat menghambat aliran ketika jumlahnya menumpuk dan berakar pada dasar sungai.</p>
<p>Karena itu, petani mencabut dan membersihkan eceng gondok secara manual. Mereka melakukannya secara bergotong royong dari satu titik menuju titik lainnya.</p>
<p>Selain eceng gondok, petani juga menemukan material tanah dan sedimen yang menyebabkan pendangkalan pada beberapa bagian sungai.</p>
<p>Kondisi tersebut menjadi perhatian karena air yang datang dari hulu membutuhkan jalur aliran yang cukup terbuka agar dapat bergerak menuju wilayah yang lebih rendah.</p>
<h2>Pendangkalan Sungai Juga Menjadi Perhatian</h2>
<p>Petani menemukan pendangkalan di bawah Jembatan Gantung Ngastorejo. Sedimen dari anak sungai menumpuk di area tersebut sehingga mempersempit ruang aliran air.</p>
<p>Untuk mengatasinya, sejumlah petani membawa cangkul dan membuka kembali alur sungai. Menurut keterangan Sugiyono yang dikutip Murianews, sekitar lima petani melakukan pekerjaan tersebut dengan membuka alur lebih dari satu meter agar air dapat mengalir ke arah utara.</p>
<p>Upaya sederhana tersebut menunjukkan bahwa kelancaran distribusi air tidak hanya bergantung pada pembukaan waduk. Kondisi jaringan sungai di bagian hilir juga menentukan seberapa jauh air dapat bergerak.</p>
<p>Dengan demikian, pembersihan sungai menjadi langkah pendukung agar pasokan dari hulu dapat mencapai kawasan yang membutuhkan.</p>
<p><img decoding="async" src="https://images.openai.com/static-rsc-4/_9dot9gSkJojWRGx4V8SvUsXCXvToMEjekQi5bVUukVcreBeCH1iFJKcRzVmZ3W7z8k0BJ-DKR2XMJZc8q4oXUtFV8Ut0IB4FH5RdMn9_FmfrZs0crhbFPnLC_9s3Um7m-xCjEGH8p_IPCMDCJTEDvA7IfYeK4UfozvCG0fVKsoqZGWOGOR2Fgq1sId8oQD3?purpose=fullsize" alt="Image" /></p>
<p><img decoding="async" src="https://images.openai.com/static-rsc-4/QPGU8P-IxnI-DhR53EfwS4QMXQDN7dChgEL-pGG3Wg0vfDHH3R3am8V0gd5GYh1ytIaUm1mo39lJjMRob5DQX8tBSbpaorVZ92cyTLPWqVvi20KM8m0c6-2E_Zqcp1C-UeS8KAkP9GVJqi9HFmJyC3KhdVB9x4UK3kiYrjFf5u7jxNI8mps-J-l1ov0Zizfm?purpose=fullsize" alt="Image" /></p>
<p><img decoding="async" src="https://images.openai.com/static-rsc-4/yMEfQi6D7MmkdUnl_BWJupYPdqO2ASBIn-tNmRo7MR3YbxYLkGho2Y4_Nmn6atob6htWhl5URwOMaA4AbxrQFAWTIIQ0eog3PPuBMCIL3OXPJXreWrInZW1xDTzqSC6gjzrqlHOUz5jwJdQFjkPsfJY6LilsfwbVoQSoeqEM3lykF5MFUut_P-GRIiNRrtkK?purpose=fullsize" alt="Image" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img decoding="async" src="https://images.openai.com/static-rsc-4/rbDuv0XMTO3vXd1ACCDwQcqRy4OUpOgjru692_julIA95DCqye2TtEK6ACnVcR-IjhT-InEmlhy6ONeKlU7Zo6mRd0l30yQ5ycOVc-fP0zWrJ_4aUke5-3ECP-FxKdZvzI0-4aM3iQE0rXQAfD88XpmrotlIvu3KRtF1vAA5JSEUAMZBIJImyQdR2ppAB4rV?purpose=fullsize" alt="Image" /></p>
<h2>Kronologi Pasokan Air ke Wilayah Pati</h2>
<p>Persoalan air di Pati berkembang selama musim kemarau 2026. Kondisi Sungai Juwana yang mengalami penurunan debit berdampak langsung terhadap petani yang mengandalkan sungai sebagai sumber pengairan.</p>
<p>Pada akhir Agustus, pemerintah daerah mencatat ribuan hektare lahan pertanian mengalami dampak kekeringan. Data yang dikutip Disway Jateng menyebut sekitar 2.655 hektare tanaman padi terdampak kekeringan berdasarkan pemantauan hingga 27 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, 1.117 hektare telah mendapatkan penanganan melalui penggelontoran air, sedangkan sekitar 1.538 hektare masih membutuhkan penanganan.</p>
<p>Sebelumnya, penggelontoran air juga berlangsung pada 12 Agustus dan 22 Agustus 2026. Namun, distribusi air belum menjangkau seluruh wilayah yang mengalami kekeringan.</p>
<p>Kemudian, pemerintah bersama BBWS Pemali Juana mendorong pembukaan kembali Waduk Kedung Ombo. Aliran mulai dibuka pada 15 September 2026.</p>
<p>Beberapa hari kemudian, air mulai masuk ke wilayah Pati. Kondisi tersebut mendorong petani melakukan pembersihan Sungai Juwana pada 22 September.</p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga! </strong><a href="https://www.portalharian.com/kemarau-panjang-di-jawa-tengah-petani-menghadapi-ancaman-kekurangan-air-untuk-sawah/"><strong>Kemarau Panjang di Jawa Tengah, Petani Menghadapi Ancaman Kekurangan Air untuk Sawah</strong></a></p></blockquote>
<h2>Dampak Kekeringan Terhadap Petani Pati</h2>
<p>Kekeringan sebelumnya memberikan tekanan besar terhadap petani. Sungai Juwana atau Silugonggo mengalami kekeringan selama sekitar dua bulan sehingga pasokan air untuk sawah menjadi terbatas.</p>
<p>Data BPBD Kabupaten Pati yang diberitakan detikJateng mencatat sekitar 1.700 hektare lahan persawahan mengalami kekeringan. Dari jumlah tersebut, sekitar 400 hektare sawah telah dinyatakan puso atau gagal panen.</p>
<p>Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan hasil produksi. Petani juga menghadapi tambahan biaya karena sebagian memilih membeli air menggunakan truk tangki untuk mempertahankan tanaman.</p>
<p>Situasi tersebut memperlihatkan bahwa ketersediaan air menjadi faktor penting bagi keberlangsungan produksi padi, khususnya ketika tanaman memasuki fase yang membutuhkan pasokan air secara konsisten.</p>
<h3>Harapan Baru untuk Musim Tanam</h3>
<p>Masuknya air Kedung Ombo memberikan harapan bagi petani yang masih memiliki tanaman di sawah. Namun, distribusi air tetap membutuhkan pengaturan agar pasokan dapat menjangkau wilayah yang berada lebih jauh dari sumber.</p>
<p>Petani juga menyepakati agar tidak langsung memompa air sebelum aliran mencapai Bendung Karet. Langkah tersebut bertujuan menjaga distribusi air sehingga wilayah hulu tidak mengambil seluruh pasokan sebelum air bergerak ke bagian hilir.</p>
<h2>Analisis: Kelancaran Sungai Menentukan Manfaat Pasokan Air</h2>
<p>Masuknya air dari waduk merupakan perkembangan penting, tetapi belum otomatis menyelesaikan persoalan irigasi di seluruh Pati.</p>
<p>Ada beberapa faktor yang menentukan manfaat pasokan tersebut. Pertama, debit air harus mencukupi. Kedua, aliran sungai harus mampu membawa air menuju wilayah hilir. Ketiga, petani membutuhkan pengaturan penggunaan air agar distribusi berlangsung merata.</p>
<p>Pembersihan eceng gondok dan sedimen karena itu memiliki fungsi penting. Ketika hambatan berkurang, air memiliki ruang lebih baik untuk mengalir.</p>
<p>Selain itu, koordinasi antara pemerintah, pengelola sumber daya air, dan kelompok petani menjadi penting. Pengaturan pengambilan air dapat membantu mencegah ketimpangan distribusi antara wilayah hulu dan hilir.</p>
<h3>Petani Masih Menunggu Air Sampai ke Sawah</h3>
<p>Meskipun air sudah masuk Pati, petani belum dapat langsung menganggap persoalan selesai. Murianews melaporkan bahwa air yang mulai masuk tersebut belum dapat digunakan untuk mengairi sawah pada saat pembersihan berlangsung.</p>
<p>Karena itu, petani masih menunggu aliran bergerak lebih jauh hingga mencapai jaringan irigasi yang mereka perlukan.</p>
<p>Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebagian tanaman sebelumnya sudah mengalami tekanan akibat kekeringan. Pasokan air yang datang tepat waktu dapat membantu mempertahankan tanaman yang masih memiliki peluang untuk tumbuh hingga panen.</p>
<h2>Kesimpulan</h2>
<p>Masuknya aliran Waduk Kedung Ombo ke Kabupaten Pati menjadi kabar positif di tengah persoalan kekeringan yang melanda lahan pertanian.</p>
<p>Petani merespons perkembangan tersebut dengan membersihkan Sungai Juwana dari eceng gondok dan sedimen. Mereka juga membuka kembali bagian sungai yang mengalami pendangkalan agar air dapat bergerak menuju wilayah hilir.</p>
<p>Namun, manfaat pasokan air tetap bergantung pada kelancaran aliran dan pengaturan distribusinya. Karena itu, gotong royong petani serta koordinasi dengan pemerintah dan pengelola sumber daya air menjadi bagian penting dalam menjaga pasokan irigasi.</p>
<p>Dengan kondisi tersebut, petani Pati kini menunggu satu hal utama: <strong>air Kedung Ombo benar-benar sampai ke lahan pertanian yang membutuhkan.</strong></p>
<h2>Portal Harian</h2>
<p><strong>Portal Harian</strong> merupakan tim redaksi PortalHarian.com yang menyajikan informasi aktual, faktual, dan informatif seputar Indonesia dan dunia.</p>
<p>Setiap artikel disusun dengan mengutamakan ketepatan informasi, keberimbangan, serta kemudahan pembaca dalam memahami suatu peristiwa. Tim Portal Harian membahas berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, teknologi, bisnis, otomotif, olahraga, hingga informasi dan perkembangan terkini yang relevan bagi masyarakat.</p>
<p>Dalam menyusun pemberitaan, Portal Harian berupaya menggunakan sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan serta melakukan pengecekan terhadap informasi sebelum dipublikasikan.</p>
<p><strong><a href="https://www.portalharian.com/">PortalHarian.com</a> — Informasi Aktual, Fakta Terpercaya.</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://www.portalharian.com/air-waduk-kedung-ombo-mulai-masuk-pati-petani-bersihkan-sungai-juwana-sambut-kabar-baik/">Air Waduk Kedung Ombo Mulai Masuk Pati, Petani Bersihkan Sungai Juwana Sambut Kabar Baik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.portalharian.com">Portalharian.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.portalharian.com/air-waduk-kedung-ombo-mulai-masuk-pati-petani-bersihkan-sungai-juwana-sambut-kabar-baik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
