Gempa Kepulauan Seribu M 6,5 Guncang Jakarta, Getaran Terasa hingga Sejumlah Daerah

Hot News154 Views

PortalHarian.com – Gempa bumi mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu, 12 September 2026 dini hari. Guncangan tersebut membuat sejumlah warga Jakarta dan daerah lain terjaga dari tidur karena merasakan getaran dalam beberapa saat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi sekitar pukul 04.23 WIB. Pada informasi awal, BMKG mencatat gempa dengan magnitudo 5,9. Setelah melakukan pemutakhiran parameter, BMKG menaikkan magnitudonya menjadi M 6,5 dengan kedalaman sekitar 368 kilometer.

Pusat gempa berada di laut, sekitar 49 kilometer barat laut Jakarta. Lokasi tersebut masuk wilayah sekitar Kepulauan Seribu. BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Guncangan tidak hanya dirasakan masyarakat di Jakarta. Laporan sementara menyebut getaran juga terasa hingga sejumlah wilayah lain di Pulau Jawa dan Sumatra.

Kronologi Gempa Kepulauan Seribu M 6,5

Gempa terjadi ketika sebagian besar masyarakat masih beristirahat. Guncangan pada dini hari membuat sejumlah warga spontan terbangun dan mencari informasi mengenai sumber getaran.

Berdasarkan catatan BMKG, gempa pertama kali tercatat pada pukul 04.23.56 WIB. Parameter awal menunjukkan magnitudo 5,9 dengan kedalaman 376 kilometer dan koordinat sekitar 5,81 derajat Lintang Selatan serta 106,56 derajat Bujur Timur.

Namun, setelah proses analisis dan pemutakhiran data, BMKG memperbarui magnitudo gempa menjadi 6,5 serta kedalaman menjadi sekitar 368 kilometer.

Perubahan parameter seperti ini merupakan bagian dari proses analisis kegempaan. Data awal yang masuk dari jaringan seismograf dapat mengalami pembaruan setelah BMKG memperoleh informasi tambahan dari sejumlah stasiun pemantauan.

Mengapa Gempa Terasa hingga Jakarta?

Kedalaman gempa menjadi salah satu faktor penting dalam memahami karakter guncangan yang dirasakan masyarakat.

Gempa kali ini memiliki hiposentrum yang cukup dalam. Kendati demikian, energi gempa tetap dapat merambat melalui medium batuan hingga mencapai permukaan dan dirasakan di wilayah yang cukup luas.

Karena itu, masyarakat tidak perlu heran apabila gempa yang pusatnya berada di laut sekitar Kepulauan Seribu terasa di Jakarta maupun wilayah lain.

Laporan media nasional juga menyebut guncangan gempa tersebut terasa hingga sejumlah wilayah, termasuk kawasan Pariaman dan Malang.

Fakta Penting Gempa Kepulauan Seribu

Ada beberapa fakta penting yang perlu diketahui masyarakat agar informasi mengenai gempa tidak berkembang menjadi kabar yang keliru.

Pertama, BMKG memperbarui magnitudo gempa menjadi M 6,5. Data awal yang muncul sebelumnya menunjukkan magnitudo M 5,9. Perubahan tersebut terjadi setelah BMKG melakukan analisis lebih lanjut.

Kedua, pusat gempa berada di laut sekitar 49 kilometer barat laut Jakarta. Dengan demikian, wilayah Jakarta menjadi salah satu daerah yang merasakan dampak getarannya.

Ketiga, gempa memiliki kedalaman sekitar 368 kilometer berdasarkan parameter yang telah diperbarui BMKG. Kedalaman tersebut membuat gempa ini berbeda karakter dengan gempa dangkal yang biasanya memiliki dampak kerusakan lebih kuat di sekitar episentrum.

Keempat, BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami. Informasi tersebut penting karena pusat gempa berada di wilayah laut dan kondisi semacam ini sering memunculkan kekhawatiran masyarakat mengenai kemungkinan tsunami.

Baca Juga! Update Terbaru 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Life Jacket Ditemukan Basarnas

Dampak Gempa terhadap Aktivitas Masyarakat

Guncangan gempa pada dini hari memiliki dampak psikologis yang cukup besar. Masyarakat yang sedang tidur dapat langsung terbangun ketika tempat tidur, benda di dalam rumah, atau bangunan terasa bergerak.

Di wilayah perkotaan seperti Jakarta, kepanikan juga dapat meningkat karena kepadatan bangunan dan aktivitas masyarakat yang berlangsung sepanjang waktu.

Selain itu, informasi mengenai gempa biasanya menyebar sangat cepat melalui media sosial. Dalam kondisi seperti ini, masyarakat perlu membedakan informasi resmi dari BMKG dengan unggahan yang belum terverifikasi.

Salah satu dampak yang sempat muncul setelah gempa adalah gangguan sementara terhadap perjalanan KRL. Sejumlah laporan menyebut perjalanan kereta sempat dihentikan sebagai langkah pengamanan setelah gempa, sebelum kemudian kembali normal.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa respons terhadap gempa tidak hanya berkaitan dengan kerusakan bangunan. Operator transportasi juga dapat melakukan pemeriksaan infrastruktur untuk memastikan keselamatan penumpang.

Masyarakat Diminta Tidak Panik

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan. Imbauan tersebut menjadi penting karena aktivitas seismik dapat terus dipantau setelah gempa utama.

Masyarakat sebaiknya tidak langsung mempercayai pesan berantai yang menyebut waktu terjadinya gempa susulan atau mengaitkan gempa dengan prediksi bencana tertentu.

Informasi resmi sebaiknya diperoleh melalui kanal BMKG dan lembaga pemerintah terkait. Dengan demikian, masyarakat dapat mengambil keputusan berdasarkan data, bukan berdasarkan rumor.

Analisis: Mengapa Gempa Dalam Tetap Dapat Dirasakan Luas?

Dari sisi kebumian, gempa merupakan pelepasan energi akibat pergerakan atau perubahan tekanan di dalam bumi. Energi tersebut kemudian merambat dalam bentuk gelombang seismik.

Gempa dengan kedalaman besar dapat memiliki karakter guncangan yang berbeda dibandingkan gempa dangkal. Wilayah yang jauh dari episentrum masih dapat merasakan getaran karena gelombang gempa mampu merambat melalui lapisan bumi dalam jarak yang cukup jauh.

Kondisi tersebut menjelaskan mengapa gempa yang berpusat di sekitar Kepulauan Seribu dapat dirasakan di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya.

Namun, tingkat getaran yang dirasakan setiap wilayah tidak selalu sama. Kondisi tanah, struktur bangunan, jarak dari sumber gempa, serta karakter gelombang turut menentukan intensitas guncangan.

Karena itu, masyarakat tidak seharusnya mengukur besarnya gempa hanya berdasarkan seberapa kuat getaran yang dirasakan di rumah masing-masing.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Gempa?

Ketika gempa terjadi, masyarakat perlu mengutamakan keselamatan. Jika berada di dalam bangunan, berlindung di bawah meja atau benda kokoh dapat menjadi pilihan sambil melindungi kepala dan leher.

Hindari langsung berlari menuju tangga atau pintu ketika guncangan masih berlangsung. Benda yang jatuh dari rak, kaca, plafon, atau bagian bangunan lain justru dapat menimbulkan risiko cedera.

Setelah guncangan berhenti, keluar dari bangunan secara tertib apabila kondisi mengharuskan evakuasi. Gunakan tangga dan hindari penggunaan lift.

Selain itu, periksa lingkungan sekitar dan pastikan tidak ada kebocoran gas, kabel listrik rusak, atau bagian bangunan yang berpotensi roboh.

Kesimpulan

Gempa Kepulauan Seribu pada Sabtu, 12 September 2026 menjadi perhatian karena guncangannya terasa hingga Jakarta dan sejumlah daerah lainnya. BMKG memperbarui parameter gempa dari magnitudo awal 5,9 menjadi M 6,5, dengan kedalaman sekitar 368 kilometer.

Meski pusat gempa berada di laut, BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Peristiwa ini sekaligus mengingatkan masyarakat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi. Informasi resmi harus menjadi rujukan utama, sementara kabar yang beredar di media sosial perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum dipercaya atau dibagikan.

Dengan memahami fakta, kronologi, dampak, dan langkah mitigasi, masyarakat dapat merespons gempa secara lebih tenang serta mengurangi risiko kepanikan maupun korban akibat tindakan yang tidak tepat.

Portal Harian

Portal Harian merupakan tim redaksi PortalHarian.com yang menyajikan informasi aktual, faktual, dan informatif seputar Indonesia dan dunia.

Setiap artikel disusun dengan mengutamakan ketepatan informasi, keberimbangan, serta kemudahan pembaca dalam memahami suatu peristiwa. Tim Portal Harian membahas berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, teknologi, bisnis, otomotif, olahraga, hingga informasi dan perkembangan terkini yang relevan bagi masyarakat.

Dalam menyusun pemberitaan, Portal Harian berupaya menggunakan sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan serta melakukan pengecekan terhadap informasi sebelum dipublikasikan.

PortalHarian.com — Informasi Aktual, Fakta Terpercaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *