Portalharian.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah meluncurkan sebuah inisiatif strategis berskala nasional yang dikenal dengan nama Sekolah Rakyat. Program ini bukan sekadar lembaga pendidikan biasa, melainkan sebuah sistem pendidikan berbasis asrama dengan kualitas unggulan yang dirancang khusus untuk memutus rantai kemiskinan yang telah lama menjerat keluarga prasejahtera di tanah air. Dengan visi besar untuk menciptakan mobilitas vertikal bagi anak-anak dari keluarga miskin, program ini menjadi salah satu pilar utama dalam transformasi sosial Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Strategi Unggulan Kemensos RI 2026 | Memutus Rantai Kemiskinan Melalui Sekolah Rakyat
Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, dalam audiensi bersama sejumlah pemerintah daerah di Jakarta pada Rabu (13/5/2026), menegaskan bahwa fokus utama program ini adalah mengatasi "transmisi kemiskinan". Berdasarkan data nasional, lebih dari 64 persen anak-anak yang lahir dari keluarga kurang mampu berisiko tinggi tetap berada dalam lingkaran kemiskinan saat mereka dewasa jika tidak ada intervensi yang signifikan dari negara. Pemerintah menekankan bahwa nasib seorang anak tidak boleh ditentukan secara permanen oleh keterbatasan ekonomi orang tuanya.
Salah satu alasan utama penggunaan sistem asrama (boarding school) adalah untuk memberikan lingkungan tumbuh kembang yang kondusif. Banyak anak dari keluarga prasejahtera menghadapi kendala non-akademik di rumah, seperti kurangnya asupan gizi, fasilitas belajar yang tidak memadai, hingga lingkungan pergaulan yang kurang mendukung proses belajar. Dengan tinggal di asrama, negara hadir untuk menjamin kebutuhan nutrisi mereka, waktu istirahat yang cukup, serta pengawasan belajar yang intensif selama 24 jam untuk memastikan mereka berkembang secara optimal.
Program Sekolah Rakyat tidak berjalan secara terisolasi. Pemerintah menyadari bahwa keberhasilan siswa juga sangat bergantung pada stabilitas kondisi ekonomi keluarga di rumah. Oleh karena itu, Kemensos berkolaborasi erat dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk melakukan renovasi hunian bagi orang tua siswa. Tahun ini saja, ditargetkan sebanyak 10.000 rumah milik keluarga siswa Sekolah Rakyat akan mendapatkan bantuan perbaikan kualitas tempat tinggal agar lebih layak huni.
Baca Juga! Garuda Indonesia & TOP 1 Kolaborasi | Servis Motor/Mobil Dapat GarudaMiles
Terkait fasilitas, pemerintah menjanjikan standar yang setara dengan sekolah-sekolah elit atau sekolah unggulan swasta. Setiap unit Sekolah Rakyat akan dilengkapi dengan laboratorium modern, perpustakaan digital, serta kebutuhan dasar harian siswa yang terjamin sepenuhnya. Presiden telah menginstruksikan agar setidaknya terdapat satu unit Sekolah Rakyat di setiap kabupaten dan kota di seluruh Indonesia guna memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas hingga ke pelosok daerah.
Saat ini, rintisan program ini telah berjalan di 166 titik dengan kapasitas hampir 16.000 siswa. Namun, percepatan sedang dilakukan untuk menyiapkan 104 sekolah permanen tambahan agar dapat memulai pembelajaran secara serentak pada Juli 2026. Respons dari berbagai pemerintah daerah sangat positif; sebagai contoh, Kabupaten Lima Puluh Kota telah menyediakan lahan seluas 10 hektare untuk mendukung pembangunan fisik sekolah tersebut, melebihi permintaan awal dari pemerintah pusat.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi mercusuar harapan baru bagi pengentasan kemiskinan di Indonesia. Investasi pada sumber daya manusia melalui pendidikan berasrama ini adalah langkah konkret untuk memastikan bahwa generasi mendatang adalah generasi yang mandiri, berdaya saing, dan mampu mengangkat derajat ekonomi keluarga serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
