Portalharian.com - Di tengah dinamika peradaban global, umat Islam di seluruh penjuru dunia kini bersiap menyambut salah satu hari raya paling sakral dalam kalender Hijriah. Hari Raya Idul Adha, atau yang juga dikenal sebagai Lebaran Kurban, bukan sekadar momen penyembelihan hewan kurban, melainkan puncak dari rangkaian ibadah yang mendalam. Kabar gembira datang dari sinkronisasi penetapan antara dua otoritas penting: Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) dan Mahkamah Agung Arab Saudi.
Kemenag RI & Arab Saudi Tetapkan Idul Adha 2026 Rabu 27 Mei
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang disusun oleh Kemenag RI dan keputusan resmi dari Mahkamah Agung Arab Saudi, Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1447 Hijriah secara resmi ditetapkan jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026. Penetapan ini menjadi acuan tunggal bagi umat Islam di Indonesia untuk merencanakan dan mempersiapkan rangkaian ibadah sunah yang sangat dianjurkan menjelang hari raya. Sinkronisasi ini memberikan kepastian dan ketenangan bagi jutaan Muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji, memungkinkan mereka untuk mengamalkan ibadah-ibadah sunah yang memiliki keutamaan luar biasa.
Rangkaian Puasa Sunah Tarwiyah dan Arafah 1447H
Dengan ditetapkannya 10 Zulhijah pada 27 Mei, maka jadwal ibadah sunah sebelum Idul Adha sudah dapat dipastikan. Rangkaian puasa sunah yang paling dianjurkan adalah Puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Zulhijah dan Puasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah. Berdasarkan acuan penanggalan yang disepakati, Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada hari Senin, 25 Mei 2026. Sementara itu, Puasa Arafah jatuh pada hari Selasa, 26 Mei 2026, bertepatan langsung dengan momen sakral wukuf jutaan jemaah haji di Padang Arafah.
Sinkronisasi ini menjadi penting bagi umat Islam di Indonesia, karena Puasa Arafah memiliki kaitan erat dengan pelaksanaan wukuf. Meskipun syariat Islam tidak mewajibkan sinkronisasi mutlak antara Puasa Arafah dan wukuf, adanya kepastian jadwal ini memberikan kedalaman spiritual tersendiri bagi mereka yang mengamalkannya. Mereka merasa seolah turut hadir di Padang Arafah, mengaminkan doa-doa jemaah haji dari kejauhan.
Tarwiyah dan Arafah Tidak Saling Mengikat
Satu hal penting yang perlu dipahami oleh umat Islam adalah hukum amalan kedua puasa sunah ini. Umat Islam diperbolehkan melaksanakan Puasa Arafah saja meskipun tidak menjalankan Puasa Tarwiyah pada hari sebelumnya. Syariat Islam tidak menetapkan aturan yang mewajibkan Puasa Tarwiyah sebagai syarat sah untuk menunaikan Puasa Arafah. "Puasa Arafah adalah ibadah yang mandiri dan memiliki keutamaan khusus, meskipun lebih afdal jika diawali dengan Puasa Tarwiyah sebagai pemanasan," demikian dijelaskan dalam mayoritas kitab fikih.
Keutamaan Luar Biasa Puasa Tarwiyah dan Arafah
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah di bulan Zulhijah didasarkan pada beberapa riwayat hadis yang sahih. Mayoritas ulama dalam Syarah Muslim menjelaskan bahwa penghapusan dosa yang dimaksud dalam keutamaan-keutamaan ibadah tersebut merupakan dosa-dosa kecil, karena dosa besar memerlukan tobat nasuha tersendiri.
Puasa Arafah Penghapus Dosa Dua Tahun
Salah satu hadis paling terkenal yang menjelaskan keutamaan Puasa Arafah adalah riwayat Muslim dari Abi Qotadah. Rasulullah SAW bersabda, "Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskannya (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." Keutamaan ini menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Allah SWT, memberikan kesempatan bagi hamba-Nya untuk meraih pengampunan dosa dalam dua tahun hanya dengan satu hari berpuasa.
Hadis ini juga diperkuat oleh riwayat Ahmad, Muslim, dan Abu Daud: "Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat."
Arafah, Hari Pembebasan dan Pengabulan Doa
Keutamaan lain dari hari Arafah adalah pembebasan hamba dari siksa neraka serta pengabulan doa yang luar biasa. Rasulullah SAW menegaskan pentingnya memanjatkan doa dan zikir pada waktu yang istimewa tersebut. "Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan, sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para nabi sebelumku adalah ucapan, 'Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai-in qadiir' (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah, kecuali Allah semata; tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu)." sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Tirmidzi.
Baca Juga! Aplikasi DANA Waspadai Maraknya Tautan Palsu Saldo Gratis di Media Sosial
Waktu antara zuhur hingga magrib pada hari Arafah diyakini sebagai waktu paling mustajab untuk berdoa. Bagi umat Islam yang tidak berhaji, momen ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan berzikir, berdoa, dan memperbanyak amalan saleh lainnya.
Puasa Tarwiyah, Penghapus Dosa Setahun
Mengenai Puasa Tarwiyah, terdapat riwayat yang menjelaskan bahwa ibadah pada 8 Zulhijah tersebut dapat menghapus dosa setahun, sedangkan Puasa Arafah menghapus dosa dua tahun. Namun, sebagian ulama menilai derajat hadis ini lemah. "Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun." bunyi hadis riwayat Abusy Syaikh Al-Ishfahani dan Ibnu an-Najar.
Meskipun hadis tersebut dinilai lemah oleh sebagian ulama, mayoritas ulama tetap memperbolehkan hadis lemah untuk diamalkan dalam fadla'ilul a'mal (keutamaan amal). Umat Islam diperbolehkan mengamalkannya untuk memperoleh keutamaan di sepuluh hari pertama bulan Zulhijah, yang merupakan hari-hari paling mulia dalam setahun. Dengan berpuasa Tarwiyah, umat Islam menunjukkan kesungguhan dalam mempersiapkan diri menyambut hari Arafah.
Niat Puasa Tarwiyah & Arafah
Untuk mengamalkan ibadah-ibadah sunah tersebut, umat Islam dapat melafalkan niat secara khusus pada malam hari atau pada hari pelaksanaan, asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Niat adalah rukun utama dalam setiap ibadah, menjadi penentu sahnya amalan. Berikut adalah panduan niat dan amalan lainnya:
1. Niat Puasa Tarwiyah (8 Zulhijah)
Niat Puasa Tarwiyah dapat dilafalkan secara lisan atau dalam hati:
- Lafal Niat: "Nawaitu shauma Tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ."
- Arti: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta'ala."
2. Niat Puasa Arafah (9 Zulhijah)
Niat Puasa Arafah juga dapat dilafalkan secara lisan atau dalam hati:
- Lafal Niat: "Nawaitu shauma 'Arafata yawma hadza sunnatan lillâhi ta'âlâ."
- Arti: "Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta'âlâ."
Amalan Lainnya yang Dianjurkan
Selain menahan lapar dan haus melalui puasa, umat Islam juga disarankan memperbanyak amalan lain untuk meraih keberkahan di sepuluh hari pertama bulan Zulhijah, khususnya pada hari Arafah. Amalan-amalan tersebut antara lain:
- Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak tahlil (Laa ilaaha illallaah), takbir (Allahu Akbar), tahmid (Alhamdulillah), dan tasbih (Subhanallah). Zikir "Sebaik-baik ucapan yang kuucapkan..." yang diajarkan Rasulullah SAW harus menjadi prioritas utama pada hari Arafah.
- Umat Islam disarankan memperbanyak tilawah Al-Qur'an, terutama ayat-ayat yang berkaitan dengan hari akhir dan kebesaran Allah SWT.
- Bersedekah pada hari-hari mulia ini memiliki keutamaan yang besar, menjadi bukti kepedulian terhadap sesama.
- Beristigfar adalah kunci untuk meraih ampunan Allah SWT. Umat Islam disarankan memperbanyak istigfar, terutama menjelang magrib pada hari Arafah.
- Umat Islam harus memanfaatkan momen berharga ini untuk bermuhasabah diri, meninjau kembali amalan yang telah dilakukan dan memperbaiki niat untuk amalan di masa depan.
- Bagi yang berniat berkurban, amalan lain yang harus diperhatikan adalah tata cara dan doa menyembelih hewan kurban yang sesuai dengan syariat.
Idul Adha 2026 adalah momen berharga bagi umat Islam untuk meraih keberkahan dan pengampunan dosa. Dengan kepastian jadwal yang sinkron antara Kemenag RI dan Arab Saudi, umat Islam dapat merencanakan ibadah dengan lebih tenang dan mendalam. Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah jembatan spiritual yang kuat, menghubungkan mereka yang tidak berhaji dengan suasana sakral di Tanah Suci. Semoga Allah SWT menerima setiap amalan dan doa kita, serta mengampuni dosa-dosa kita di masa lalu dan masa depan. Selamat menyambut Idul Adha 1447 Hijriah.
