Ahmad Sahroni Kembali Menjabat Sebagai Wakil Ketua Komisi 3 DPR

 


Ahmad Sahroni Kembali Menjabat Sebagai Wakil Ketua Komisi 3 DPR

Jakarta – Kabar terbaru dari parlemen kembali menjadi sorotan publik setelah Ahmad Sahroni kembali menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi 3 DPR. Penunjukan ini menegaskan kepercayaan pimpinan DPR dan fraksi terhadap peran strategis Sahroni dalam mengawal isu-isu hukum, keamanan, dan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

Komisi 3 DPR dikenal sebagai salah satu komisi paling vital karena membidangi sektor penegakan hukum dan keamanan nasional. Dengan pengalaman panjang di parlemen, kembalinya Ahmad Sahroni di posisi pimpinan Komisi 3 diharapkan mampu memperkuat fungsi pengawasan DPR terhadap institusi penegak hukum seperti Polri, Kejaksaan, dan lembaga peradilan.


Profil Singkat Ahmad Sahroni

Perjalanan Karier Politik

Ahmad Sahroni merupakan politisi yang dikenal luas dengan gaya komunikasi yang lugas dan responsif terhadap isu publik. Ia memulai kiprah politiknya dari dunia usaha sebelum akhirnya terjun ke parlemen dan menjadi salah satu figur sentral di Komisi 3 DPR.

Sejak pertama kali duduk di Senayan, Sahroni konsisten menaruh perhatian pada persoalan hukum dan keadilan sosial. Pengalaman tersebut menjadi modal penting saat ia kembali dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Komisi 3 DPR.

Kiprah di Komisi 3 DPR

Pada periode sebelumnya, Ahmad Sahroni aktif dalam berbagai rapat kerja dengan mitra Komisi 3, termasuk Kepolisian Republik Indonesia dan Kejaksaan Agung. Ia dikenal sering menyuarakan pentingnya reformasi institusi penegak hukum agar lebih transparan dan profesional.

Kembalinya Sahroni ke kursi pimpinan Komisi 3 diyakini akan melanjutkan agenda-agenda strategis yang sempat tertunda, khususnya dalam penguatan pengawasan dan perlindungan hak masyarakat.


Makna Strategis Jabatan Wakil Ketua Komisi 3 DPR

Tugas dan Wewenang Komisi 3 DPR

Komisi 3 DPR memiliki tanggung jawab besar dalam mengawasi pelaksanaan undang-undang di bidang hukum, HAM, dan keamanan. Beberapa mitra kerja utama Komisi 3 antara lain Polri, Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, dan lembaga terkait lainnya.

Sebagai Wakil Ketua, Ahmad Sahroni berperan penting dalam:

  • Mengkoordinasikan rapat kerja dan rapat dengar pendapat

  • Mengawal proses legislasi di bidang hukum

  • Menyerap aspirasi masyarakat terkait persoalan keadilan

  • Mengawasi kinerja institusi penegak hukum

Peran ini menuntut ketegasan sekaligus kemampuan diplomasi yang tinggi agar setiap kebijakan berjalan sesuai konstitusi.

Fokus Penguatan Penegakan Hukum

Dalam pernyataan terbarunya, Ahmad Sahroni menegaskan komitmen untuk memperkuat pengawasan terhadap penegakan hukum yang adil dan tidak tebang pilih. Ia menilai kepercayaan publik terhadap lembaga hukum harus terus dijaga melalui transparansi dan akuntabilitas.

Menurutnya, Komisi 3 DPR memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa hukum benar-benar menjadi alat keadilan, bukan sekadar formalitas administratif.


Respons Publik dan Pengamat Politik

Harapan dari Masyarakat

Kabar bahwa Ahmad Sahroni kembali menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi 3 DPR disambut beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian publik berharap kehadirannya mampu menjadi jembatan komunikasi antara DPR dan rakyat, khususnya dalam isu-isu sensitif seperti kasus kriminal besar, konflik sosial, dan pelanggaran HAM.

Media sosial juga dipenuhi komentar yang menyoroti gaya kepemimpinan Sahroni yang dinilai tegas namun terbuka terhadap kritik. Hal ini dianggap sebagai modal penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.

Pandangan Pengamat Politik

Pengamat politik menilai penunjukan Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi 3 DPR merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas internal komisi. Dengan pengalaman yang sudah teruji, Sahroni diharapkan mampu memimpin diskusi-diskusi penting secara efektif dan tidak mudah terpengaruh kepentingan politik jangka pendek.

Mereka juga menilai bahwa figur yang komunikatif seperti Sahroni sangat dibutuhkan di Komisi 3, mengingat banyak isu hukum yang membutuhkan penjelasan terbuka kepada masyarakat.


Agenda Prioritas Ahmad Sahroni di Komisi 3 DPR

Reformasi Institusi Penegak Hukum

Salah satu agenda utama yang akan menjadi fokus Ahmad Sahroni adalah reformasi institusi penegak hukum. Ia menilai bahwa tantangan zaman menuntut perubahan sistem kerja yang lebih modern, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Upaya ini meliputi peningkatan pengawasan terhadap proses penyelidikan dan penuntutan, serta memastikan tidak ada intervensi politik dalam penanganan perkara hukum.

Perlindungan Hak Asasi Manusia

Selain penegakan hukum, isu HAM juga menjadi perhatian serius Komisi 3 DPR. Ahmad Sahroni menyatakan pentingnya memastikan setiap kebijakan keamanan tetap sejalan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Ia juga menekankan perlunya dialog terbuka antara DPR, pemerintah, dan masyarakat sipil agar kebijakan hukum tidak menimbulkan ketidakadilan baru.


Peran DPR dalam Menjaga Supremasi Hukum

Sebagai lembaga legislatif, **Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga supremasi hukum di Indonesia. Komisi 3 menjadi ujung tombak dalam memastikan bahwa undang-undang dijalankan secara konsisten dan tidak diskriminatif.

Kembalinya Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi 3 DPR menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan dalam menghadapi tantangan hukum nasional. Dengan dinamika politik yang terus berkembang, dibutuhkan figur yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan politik dan kepentingan publik.


Kesimpulan

Penunjukan Ahmad Sahroni kembali menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi 3 DPR membawa harapan baru bagi penguatan fungsi pengawasan parlemen di sektor hukum dan keamanan. Dengan pengalaman dan gaya komunikasi yang terbuka, Sahroni diharapkan mampu mendorong terciptanya sistem penegakan hukum yang lebih adil, transparan, dan berpihak kepada masyarakat.

Di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap keadilan dan perlindungan HAM, peran Komisi 3 DPR semakin strategis. Kehadiran Ahmad Sahroni di posisi pimpinan menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kepercayaan rakyat terhadap lembaga legislatif sekaligus memastikan supremasi hukum tetap menjadi fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال