Operasi Berantas Jaya 2025, Polisi Tangkap 1.197 Preman hingga Oknum Ormas
Operasi Berantas Jaya 2025: Polisi Tangkap 1.197 Preman hingga Oknum Ormas
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menggelar Operasi Berantas Jaya 2025, sebuah langkah strategis dalam menekan angka kriminalitas di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Operasi ini berhasil mengamankan 1.197 preman, termasuk oknum dari organisasi masyarakat (ormas), dalam kurun waktu beberapa pekan.
Langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan aparat penegak hukum dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, terutama menjelang masa libur panjang dan dinamika politik yang semakin menghangat.
Latar Belakang Operasi Berantas Jaya 2025
Tujuan Utama: Ciptakan Rasa Aman
Operasi Berantas Jaya merupakan agenda rutin tahunan Polda Metro Jaya yang bertujuan untuk menekan aksi premanisme, pemalakan, dan kekerasan jalanan. Tahun 2025, fokus operasi ini diperluas, tak hanya menyasar pelaku kriminal jalanan, tetapi juga oknum ormas yang meresahkan masyarakat.
Kapolda Metro Jaya, dalam keterangannya, menyebutkan bahwa operasi ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan ulah preman dan ormas tak bertanggung jawab yang kerap melakukan pemalakan di tempat usaha, pasar, hingga terminal.
Waktu dan Lokasi Operasi
Operasi dilakukan selama dua minggu penuh, menyisir berbagai titik rawan kejahatan di Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang, dan Bogor. Ratusan personel dari satuan Sabhara, Reskrim, hingga Intelkam dikerahkan secara simultan untuk mendeteksi dan menangkap para pelaku.
Polisi Tangkap 1.197 Preman hingga Oknum Ormas
Data Penangkapan dan Modus Operandi
Dari hasil Operasi Berantas Jaya 2025, sebanyak 1.197 orang diamankan. Mereka terdiri dari preman jalanan, tukang parkir liar, pemalak, debt collector ilegal, hingga anggota ormas yang terindikasi melakukan pemerasan dan kekerasan.
Modus yang digunakan para pelaku cukup beragam, mulai dari meminta uang keamanan secara paksa, menguasai lahan parkir tanpa izin, hingga melakukan intimidasi terhadap pedagang kecil. Dalam beberapa kasus, pelaku diketahui membawa senjata tajam dan melakukan penganiayaan.
Proses Hukum dan Tindak Lanjut
Sebagian besar dari pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenai pasal pidana ringan hingga berat, tergantung dari bukti dan laporan yang ada. Polisi juga menggandeng kejaksaan untuk mempercepat proses hukum dan memastikan pelaku tidak kembali mengulangi perbuatannya.
Untuk oknum ormas, aparat melakukan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri guna meninjau ulang izin organisasi yang anggotanya terbukti terlibat dalam kegiatan ilegal.
Reaksi Publik dan Dukungan Masyarakat
Apresiasi dari Tokoh Masyarakat
Banyak tokoh masyarakat dan pengusaha menyambut baik keberhasilan Operasi Berantas Jaya 2025. Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia menyatakan, operasi ini memberikan rasa lega bagi para pedagang yang selama ini menjadi korban pemalakan.
“Saya harap ini bukan sekadar operasi temporer, tetapi jadi komitmen berkelanjutan,” ujar salah satu tokoh masyarakat di Pasar Tanah Abang.
Peran Penting Pelaporan Masyarakat
Polisi menyatakan bahwa keberhasilan operasi ini juga tak lepas dari peran aktif masyarakat dalam memberikan laporan dan informasi. Melalui saluran pengaduan resmi dan aplikasi pengaduan digital, ribuan laporan masuk dalam sebulan terakhir, yang kemudian ditindaklanjuti oleh aparat.
Tantangan dalam Penanganan Premanisme dan Ormas Liar
Jaringan Luas dan Dukungan Tersembunyi
Salah satu tantangan besar dalam operasi ini adalah adanya jaringan premanisme yang cukup luas dan terkadang dilindungi oleh oknum tertentu. Oleh karena itu, kerja sama lintas lembaga sangat penting, termasuk dengan TNI dan Pemda.
Rehabilitasi dan Pembinaan Sosial
Polri juga menekankan pendekatan humanis, terutama terhadap pelaku yang terbukti tidak membawa senjata atau melakukan kekerasan. Mereka akan diarahkan ke program pembinaan, pelatihan kerja, dan rehabilitasi sosial untuk mencegah mereka kembali ke dunia kejahatan.
Langkah Selanjutnya: Operasi Lanjutan dan Pengawasan Berkelanjutan
Setelah Operasi Berantas Jaya 2025, Polri berencana menggelar operasi lanjutan dengan pendekatan lebih menyeluruh, melibatkan teknologi seperti CCTV AI, patroli siber, hingga pelibatan masyarakat dalam sistem keamanan lingkungan.
Pemerintah daerah juga diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan ormas serta membatasi aktivitas yang tidak sesuai dengan aturan.
Kesimpulan
Operasi Berantas Jaya 2025, yang berhasil menangkap 1.197 preman hingga oknum ormas, menjadi bukti konkret bahwa negara tidak boleh kalah terhadap kekerasan jalanan dan premanisme. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, tertib, dan kondusif.
Langkah selanjutnya adalah memastikan keberlanjutan dari operasi ini, tidak hanya sebatas penangkapan, tetapi juga pembinaan, penegakan hukum yang adil, serta penguatan sistem pengawasan sosial di tingkat lokal.
#OperasiBerantasJaya2025
#PolisiTangkapPreman
#AntiPremanisme
#KeamananJakarta
#PremanDitangkap
#OknumOrmas
#PolriTegas
#JakartaAman
#BerantasKriminalitas
#PolisiIndonesia
#Premanisme
#OrmasRadikal
#TangkapPreman
#Depok
#Bekasi
#Tangerang
#Bogor
#DKIJakarta
