Polri Pastikan Rekrutmen Akpol Tanpa Calo, Pendaftar Mencapai 8.000 Orang
Proses rekrutmen Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2025 menjadi sorotan publik karena jumlah pendaftarnya yang mencapai lebih dari 8.000 orang. Dalam pernyataan resminya, Polri pastikan rekrutmen Akpol tanpa calo, menegaskan komitmennya terhadap proses seleksi yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik percaloan.
Antusiasme Pendaftar: Lebih dari 8.000 Orang Berebut Kursi Akpol
Setiap tahun, Akpol menjadi salah satu institusi pendidikan paling bergengsi di Indonesia yang banyak diminati generasi muda. Pada tahun ini, jumlah pendaftar mencapai angka fantastis, yaitu lebih dari 8.000 calon taruna dari seluruh Indonesia.
Faktor Penyebab Banyaknya Peminat Akpol
Beberapa faktor yang mendorong tingginya minat pendaftaran ke Akpol antara lain:
-
Citra positif institusi Polri yang terus dibangun melalui reformasi dan modernisasi.
-
Jaminan karier dan masa depan yang jelas, termasuk menjadi perwira Polri setelah lulus.
-
Motivasi pengabdian kepada negara, yang menjadi alasan utama banyak calon taruna mendaftar.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi Polri, sehingga memberikan kemudahan bagi peserta dari berbagai daerah.
Polri Tegaskan: Rekrutmen Akpol Tanpa Calo
Dalam konferensi pers yang digelar baru-baru ini, Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polri menekankan bahwa proses seleksi taruna Akpol tahun 2025 bebas dari praktik percaloan. Komitmen ini sejalan dengan semangat "BERSIH, TRANSPARAN, AKUNTABEL, dan HUMANIS" (BETAH) yang diusung Polri dalam setiap tahap seleksi.
Sistem Seleksi yang Transparan dan Ketat
Untuk menjaga integritas proses seleksi, Polri telah menerapkan sejumlah langkah strategis, antara lain:
-
Seleksi berbasis komputer (Computer Assisted Test/CAT) untuk mencegah manipulasi nilai.
-
Pengawasan ketat oleh internal dan eksternal, termasuk pengawasan dari LSM dan media.
-
Penerapan teknologi biometrik dan sidik jari dalam tahapan administrasi dan tes kesehatan.
-
Live streaming proses seleksi di beberapa tahap sebagai bentuk transparansi.
Sanksi Tegas bagi Calo dan Oknum
Polri tidak segan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang terlibat praktik percaloan. Baik dari internal Polri maupun masyarakat umum, jika terbukti terlibat dalam upaya menyuap atau memanipulasi hasil seleksi, akan diproses hukum secara pidana maupun etik.
Kapolri secara khusus juga mengimbau kepada para orang tua dan calon peserta agar tidak mudah tergoda oleh janji manis oknum yang mengaku bisa “meluluskan” seseorang dengan cara pintas.
“Jangan percaya calo. Proses seleksi dilakukan secara profesional dan objektif. Jika ada yang menjanjikan kelulusan dengan uang, segera laporkan,” tegas Kapolri.
Langkah-Langkah Pendaftaran Akpol 2025
Untuk memastikan bahwa calon taruna memahami proses yang harus dilalui, berikut adalah ringkasan alur seleksi Akpol tahun 2025:
1. Pendaftaran Online
Calon peserta mendaftar melalui website resmi Polri, mengisi data pribadi, dan mengunggah dokumen yang dipersyaratkan.
2. Pemeriksaan Administrasi Awal
Setelah mendaftar, peserta akan menjalani verifikasi berkas administrasi di tingkat Polres setempat.
3. Tahapan Seleksi Berlapis
Seleksi dilakukan dalam beberapa tahap, antara lain:
-
Tes akademik
-
Tes kesehatan
-
Tes psikologi
-
Uji kesamaptaan jasmani
-
Penelusuran mental kepribadian (PMK)
-
Wawancara dan penilaian akhir
4. Sidang Terbuka
Pada akhir seleksi, Polri mengadakan sidang terbuka kelulusan, yang disiarkan secara langsung untuk menjaga akuntabilitas dan mencegah manipulasi.
Harapan dan Komitmen Polri ke Depan
Dengan jumlah pendaftar mencapai lebih dari 8.000 orang dan komitmen untuk menjaga integritas rekrutmen, Polri berharap dapat menghasilkan taruna-taruna terbaik yang akan menjadi perwira Polri masa depan.
Meningkatkan Kepercayaan Publik
Langkah Polri untuk memastikan rekrutmen Akpol tanpa calo tidak hanya menciptakan proses seleksi yang adil, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Menghasilkan SDM Berkualitas
Polri juga berkomitmen untuk terus membina dan mendidik taruna-taruna Akpol agar menjadi perwira yang profesional, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta tantangan zaman.
Kesimpulan
Polri pastikan rekrutmen Akpol tanpa calo, pendaftar mencapai 8.000 orang, menjadi bukti nyata meningkatnya antusiasme generasi muda terhadap profesi kepolisian. Di sisi lain, komitmen kuat Polri untuk menjaga transparansi dan integritas seleksi menunjukkan langkah maju dalam reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Polri. Masyarakat pun diimbau untuk aktif mengawasi proses ini dan tidak segan melapor jika menemukan indikasi kecurangan.
